Jakarta,IntiJayaNews.com – Kurs rupiah menguat menutup perdagangan pekan ini Rp17.693/US$, Jumat (21/8/2026), beiringan dengan mayoritas mata uang Asia, Won Korea Selatan, Bath Thailand, Dolar Taiwan dan Dolar Singapura.
Penguatan mata uang Asia disebabkan terpangkasnya harga minyak mentah jenis Brent.
Penguatan yang terjadi pada mata uang Asia, termasuk rupiah, ditopang oleh lesunya indeks dolar AS terhadap mata uang utama ke 98,76.
Pelemahan dolar AS terjadi disebabkan banyak dilepasnya aset dolar AS kantaran AS mencatat defisit anggaran sebesar US$432,3 miliar pada Juli 2026.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pemerintah siap memperbesar pembelian kembali (buyback) surat utang tenor panjang, dan akan meluncurkan inisiatif fiskal baru untuk menekan biaya utang yang berada di level tertinggi dalam beberapa tahun. Bessent menyebut nilainya bisa melebihi US$4 miliar, yang direncanakan mulai bulan depan. (Bloomberg/editor: jeffrysarafil/Foto:istimewa)




