Ada Apa? Arab Saudi Blokir Uang Muka Haji 2027 Rp66,6 Miliar

Ilustrasi jemaah haji Indonesia/Foto: Tribunews

Jakarta,IntiJayaNews.com – Pemerintah Arab Saudi memblokir uang muka penyelenggaraan haji 2027 senilai 14 juta riyal atau sekitar Rp66,6 miliar.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemenhaj Moh. Hasan Afandi mengatakan dana yang diblokir berada dalam e-wallet Nusuk Masar dan sebagian besar merupakan uang muka untuk penyelenggaraan haji 2027.

Bacaan Lainnya

“Betul. Dana kita yang ada di e-wallet Nusuk Masar yang diblokir karena asuransi kesehatan ini. Di dalamnya sebagian besar dari uang muka haji 2027,” kata Hasan Afandi di Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026, dikutip dari disway.

Sementara, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut keputusan pemblokiran tersebut perlu diklarifikasi karena dilakukan sebelum proses verifikasi bersama pemerintah Indonesia selesai.

Menurut Hasan, pemblokiran tersebut berkaitan dengan persoalan asuransi kesehatan dalam penyelenggaraan haji 2026. Kemenhaj telah mengirimkan surat kepada pihak Arab Saudi untuk meminta penjelasan sekaligus melakukan verifikasi terhadap data jemaah yang disebut menggunakan layanan asuransi kesehatan di Arab Saudi.

“Kami ingin data lengkapnya dulu. Kenapa? Karena kan ini belum verifikasi. Mereka sudah mengirimkan surat, bahwasanya ada pelanggaran asuransi sekian-sekian, ‘kami akan blok dana anda sekitar 14 juta riyal’,” kata Dahnil dalam rapat bersama Komisi VIII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.

Dahnil menjelaskan, pemerintah Arab Saudi menyebut terdapat persoalan asuransi yang berkaitan dengan jemaah Indonesia. Salah satu yang menjadi perhatian adalah adanya jemaah dengan sembilan jenis penyakit yang menurut ketentuan asuransi tidak diperbolehkan masuk.

“Secara umum tidak mengganggu proses persiapan haji 2027 karena efisiensi haji 2026 ada sebanyak Rp200 miliar,” ujarnya menjelaskan persoalan (disway/editor: jeffrysarafil/Foto:istimewa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *