Sidang Gugatan Instagram dan Facebook, Dituntut Rp17.820 Triliun

California,IntiJayaNews.com – Instagram dan Facebook menjalani sidang gugatan privasi anak, Selasa (18/8/2026).

Gugatan yang diajukan pada 2023 oleh 30 negara bagian AS, termasuk California dan New York, yang menuduh Meta berulang kali melanggar berbagai aturan privasi anak di tingkat federal maupun negara bagian.

Bacaan Lainnya

Selain menuntut ganti rugi lebih dari US$1 triliun (sekitar Rp17.820 triliun atau 17,82 kuadriliun), negara-negara bagian tersebut juga mendesak perubahan pada Instagram dan Facebook, termasuk kedua fitur tersebut.

Jika Meta akhirnya kalah dalam perkara sebesar ini, putusannya dapat memaksa perubahan mendasar pada cara anak-anak dan remaja menggunakan media sosial.

Negara-negara bagian yang menggugat Meta juga menuntut lebih banyak perubahan terhadap cara Instagram dan Facebook beroperasi bagi pengguna muda.

Mereka meminta Meta untuk menerapkan sistem verifikasi orang tua bagi pengguna remaja; mengubah algoritma rekomendasi yang dianggap “memanipulasi dopamin”; menghapus banyak filter foto yang mengubah penampilan pengguna; menghentikan fitur putar otomatis (autoplay) video; melarang pembuatan banyak akun oleh satu pengguna; dan menghapus unggahan yang menghilang setelah jangka waktu tertentu, seperti Instagram Stories.

Menurut negara-negara bagian penggugat, fitur-fitur tersebut dirancang untuk membuat pengguna, termasuk anak-anak dan remaja, lebih sering dan lebih lama menggunakan platform tersebut.

Mereka juga menuduh Meta mempersulit pengguna muda untuk mengurangi penggunaan aplikasi, antara lain melalui notifikasi yang dikirim berulang kali untuk mendorong mereka kembali membuka aplikasi.

Meta disebut telah “memilih untuk mengeksploitasi” kaum muda agar terus terpikat pada platformnya, sehingga dapat memperbesar jumlah pengguna sekaligus mengembangkan bisnisnya. Saat ini, nilai pasar Meta mencapai sekitar US$1,5 triliun (Rp26,73 kuadriliun).

“Kami sangat tidak sependapat dengan tuduhan-tuduhan ini dan yakin bahwa bukti yang ada akan menunjukkan komitmen jangka panjang kami dalam mendukung kaum muda,” kata juru bicara Meta dalam sebuah pernyataan.

Jika Meta kalah, fitur-fitur yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari Instagram dan Facebook, seperti jumlah tanda suka (like) dan fitur gulir tanpa batas (infinite scroll), bisa dihapus.( BBC News/editor: jeffrysarafil/Foto:Instagram)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *