Jakarta,IntiJayaNews.com – Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menjelaskan, posisi cadangan devisa (cadev) sempat mencapai sekitar USD156 miliar sebelum turun menjadi USD145 miliar.
“Posisi cadev tertinggi di 2026 itu di sekitar USD156 miliar. Sekarang posisinya di USD145 miliar. Jadi teman-teman bisa membayangkan itulah pengurangan cadev kita, termasuk untuk stabilisasi dan juga pembayaran utang luar negeri, khususnya dari pemerintah karena dananya pemerintah juga ada di BI,” ujar Destry dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor LPS, Jakarta, dikutip Selasa (4/8/2026).
Penurunan itu terjadi seiring penggunaan devisa untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memenuhi pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Meski mengalami penurunan, Destry menegaskan kondisi cadangan devisa Indonesia masih berada pada level yang aman. Menurutnya, posisi USD145 miliar setara dengan sekitar 5,4 bulan kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Angka tersebut, kata dia, masih jauh di atas standar kecukupan internasional yang berada pada kisaran tiga bulan impor.
“Jadi angka USD145 miliar itu masih relatif aman karena masih sekitar 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Sementara threshold dan benchmarking internasional itu adalah 3 bulan impor,” jelasnya dikutip dari inilahcom. (editor: jeffrysarafil/Foto:istimewa)





