Malang,IntiJayaNews.com – Sekitar 742,70 hektar dilahap api di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), bahkan masih bertambah seiring pendataan ulang di lapangan.
Malang: Kebakaran hutan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas. Luas area terdampak mencapai sekitar 742,70 hektare dan masih mungkin bertambah seiring pendataan ulang di lapangan.
“Prakiraan luas lahan yang terbakar saat ini total sekitar 742,70 hektare dengan jenis vegetasi cemara gunung, mentigen, akasia dan semak belukar,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, Selasa, 11 Agustus 2026.
Api pertama kali muncul pada 3 Agustus di Bukit Jantur/Bantengan, Probolinggo. Dua hari kemudian, angin membawa api ke Malang.
“Wilayah terdampak kebakaran hutan saat ini meluas ke arah wilayah Probolinggo dan Penanjakan Pasuruan,” ujar Sadono.
Water bombing terus dilakukan dengan helikopter BNPB. Pada Senin, operasi difokuskan ke Probolinggo dan Penanjakan Pasuruan karena masih terlihat asap. Total air yang dijatuhkan mencapai 168.800 liter.
Pemadaman darat juga dilakukan dengan armada dan tangki air, serta pembuatan sekat bakar. “Area batas wilayah Kabupaten Malang aman sudah tidak ada bara api,” ujar Sadono.
Di Dingklik, Pasuruan, BPBD dan relawan masih memadamkan api secara manual. Kendala utama adalah kabut, asap, dan angin kencang yang mengurangi jarak pandang dan mempercepat api.
“Kabut dan kepulan asap menyebabkan operasi Water Bombing tidak bisa dimaksimalkan karena visibilitas yang kurang menuju titik target operasi,” kata Sadono.
(metrotvnews/editor: jeffrysarafil/Foto:istimewa)





