Presiden Iran Pezeshkian UJI NYALI di ‘Kandang Musuh’

New York,IntiJayaNews.com – Luar biasa pidato Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Rabu (23/9/2026) di New York.

Pezeshkian boleh dikatakan ‘uji nyali di kandang musuhnya Amerika Serikat (AS), karena saat ini perang kedua negara belum berakhir.

Bacaan Lainnya

Saat pidato di hadapan Sidang Umum PBB (UNGA), Pezeshkian menunjukkan foto mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang menurutnya dibunuh Amerika Serikat pada hari pertama perang, 28 Februari, serta foto 150 anak sekolah yang tewas akibat serangan Amerika Serikat.

“Presiden AS menyebut kami teroris. Kami adalah korban terorisme,” kata Pezeshkian. “Saya berasal dari Iran, tempat Pemimpin Tertinggi kami yang terhormat dibunuh tanpa dasar hukum atau alasan apa pun,” ujarnya.

“Saya berasal dari Iran, tempat sebuah sekolah dibom. Anda lihat anak-anak ini? Anak-anak ini tewas dalam pengeboman menggunakan senjata yang digunakan Amerika Serikat dan Israel. Mereka tidak bersalah,” lanjut dia.

Pemimpin berusia 71 tahun itu mengatakan Iran hanya membela diri dengan segenap kekuatan ketika Amerika Serikat dan Israel menyerang republik Islam.

Dengan nada menantang, Pezeshkian mengatakan Presiden AS Donald Trump harus memahami bahwa perlawanan rakyat Iran justru akan semakin kuat seiring meningkatnya sanksi, tekanan, dan apa yang disebutnya sebagai “intimidasi” Amerika Serikat.

“Presiden AS Donald Trump harus tahu bahwa perlawanan rakyat Iran hanya akan semakin kuat menghadapi sanksi, tekanan yang meningkat, dan intimidasi yang semakin besar. Kami tidak akan pernah menundukkan kepala atau bertekuk lutut,” tegas Pezeshkian.

Ditegaskan, bahwa Teheran tidak akan membiarkan Selat Hormuz digunakan untuk melakukan agresi terhadap Iran. Selat strategis tersebut telah beberapa kali diblokade sejak perang dimulai, yang turut menyebabkan lonjakan harga energi global.

“Kami tidak dapat membiarkan sebagian pihak memiliki akses bebas dan memperkuat kepentingan mereka melalui jalur perairan tersebut, sementara pada saat yang sama menggunakan jalur yang sama untuk melakukan agresi terhadap kami,” ujarnya.

Saat pemimpin Iran itu menyampaikan pidatonya, satu-satunya delegasi Amerika Serikat yang berada di ruangan meninggalkan Sidang Umum PBB. (Sindonews/editor: jeffrysarafil/Foto:TikTok)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *