Jakarta,IntiJayaNews.com – Ditengah tekanan pasar keuangan domestik, awal pekan ini, Senin (28/9/2026), kurs rupiah dibuka melemah Rp17.975/US$, mendekati Rp18.000/US$.
Melansir Bloomberg News, BI menyebut tengah mengurangi intervensi di pasar spot guna mengurangi penggunaan cadangan devisa. Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan bahwa bank sentral kini mengandalkan pasar Domestic Non-Deliverable Forwards (DNDF) dan offshore NDF lantaran dianggap lebih efektif.
Bukan tanpa sebab BI menghindari penggunaan cadangan devisa berlebihan dalam strategi intervensi pasar guna meredam volatilitas rupiah. Prospek neraca perdagangan belum kunjung cerah.
Bloomberg Economics memperkirakan inflasi berpotensi menembus batas atas target BI yang dipatok 1,5%-3,5%. Terutama lantaran adanya risiko El Nino yang membuat harga pangan semakin meninggi.
(Bloombergtechnoz/Foto;istimewa)





