Kenapa Tidak Ada MBG di Mamberamo Raya Papua?

Jakarta,IntiJayaNews.com – Hanya 1% dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) beroperasi di provinsi Papua, padahal angka stunting tinggi dan gizi buruk akut. Sementara di Jawa wilayah dengan stunting terendah jumlah dapurnya mencapai 53%.

BBCNews Indonesia mengupasnya dengan mendatangi satu kampung di Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, yang mendapat tiga predikat dari pemerintah: termiskin, terpencil, dan memiliki angka stunting tertinggi.

Bacaan Lainnya

BBC mengungkap, di kampung tersebut, anak-anak bertubuh kurus dan perut buncit, ibu-ibu melahirkan tanpa bantuan tenaga kesehatan, dan hanya sedikit balita yang dapat imunisasi. Mengapa tak ada MBG di wilayah yang paling membutuhkan?

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamberamo Raya, Yohanes Tebai, mengakui betapa terseok-seoknya pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.

Dari 13 puskesmas, lima di antaranya mati suri. Tidak ada sama sekali dokter spesialis. Bahkan, dokter umum hanya tersedia di tiga kampung: Burmeso yang menjadi pusat pemerintahan kabupaten, Kasonaweja pusat perekonomian, dan Trimuris.

Mereka juga tidak punya infrastruktur listrik untuk mendirikan laboratorium dan hanya ada empat puskesmas yang bisa menyimpan vaksin.

Itu sebabnya, dia tak ragu menyebut Mamberamo Raya sebagai kabupaten 3T alias terpencil, tapi juga tertinggal, terlupakan, tersiksa, dan ter-ter lainnya.

“Jadi bukan 3T lagi, namun 10T,” sindir Yohanes.

Kabupaten Mamberamo Raya masuk dalam administrasi pemerintahan Provinsi Papua. Letaknya berada di pesisir utara yang berbatasan langsung dengan Samudra Pasifik.

Untuk sampai ke Mamberamo Raya dari Jayapura, tak ada transportasi darat. Hanya ada kapal laut dan pesawat perintis yang beroperasi seminggu sekali.

Sementara, dari satu kampung ke kampung lain, masyarakat setempat harus menggunakan perahu kayu ketinting atau perahu mesin johnson.

Harga untuk sekali menyeberang jarak pendek Rp50.000. Lain lagi kalau ke pedalaman, bisa berjuta-juta.

Satu liter bensin di Mamberamo Raya mencapai Rp30.000

Badan Pusat Statistik (BPS) Mamberamo Raya mencatat jumlah penduduk di kabupaten ini sebanyak 37,62 ribu jiwa pada 2024.

Sebagai gambaran, satu kilogram beras di Mamberamo Raya berkisar antara Rp20.000-Rp35.000.

Harga satu ekor ikan mujair kisarannya Rp75.000-Rp150.000, tergantung beratnya.
Dan, satu butir telur dijual Rp5.000.

(BBCNews Indonesia/editor: jeffrysarafil/Foto: BBC Indonesia)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *