Jakarta,IntiJayaNews.com – Nanik Sudaryati Deyang usai mundur dari Kepala Badan Gizi Nasional, melalui unggahan di media sosial mengaku mengalami ‘trauma akut’, alasan pengunduran dirinya.
Menurut dia, Presiden menyetujui pengunduran dirinya, tetapi tetap memintanya membantu mengawasi BGN.
“Kemungkinan Presiden akan membentuk dewan pengawas, di mana saya diminta menjadi ketua dewan pengawasnya. Kalau mencereweti kayaknya masih bisa, yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut,” tulis Nanik.
Dalam unggahan yang sama, Nanik menegaskan tetap mendukung pemerintahan Presiden Prabowo, khususnya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengaku telah mendampingi Prabowo selama 14 tahun sehingga mengetahui tujuan utama program tersebut.
“14 tahun ikut beliau, saya tahu persis program MBG bukan untuk tujuan politis seperti yang dituduhkan orang, tapi sebagai program untuk benar-benar melakukan intervensi gizi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi emas dan juga untuk menjaga kesehatan mereka,” tulisnya.
Selain manfaat pemenuhan gizi, Nanik menilai program MBG juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat, terutama petani, peternak, dan pedagang pasar yang memasok kebutuhan pangan.
“Multiplier effect (efek ganda) dari program MBG juga bisa menggerakkan ekonomi bawah atau ekonomi masyarakat. Terbukti kemarin tiga minggu libur sekolah dan MBG libur, petani dan peternak mengeluh karena hasil pertanian dan peternakan mereka tidak terserap dan harganya jatuh. Demikian juga pedagang di pasar juga sampai harus membuang-buang sayur dan buahnya,” tulis Nanik.(BloombergTechnoz/editor: jeffrysarafil/Foto:detik.com)





