Bogor,IntiJayaNews.com – Pemandangan yang jarang terjadi, Bendung Katulampa Bogor Jawa Barat, mengalami penyusutan debit air akibat musim kemarau.
Dilansir dari metrotvnews, ketinggian debit air berada di kisaran 10 hingga 40 cm dalam situasi normal, namun kini mengalami penurunan drastis. Petugas pemantau menyebutkan, selama musim kemarau berfluktuasi kisaran 0 hingga 10 cm.
Bagian permukaan dasar dari Sungai Ciliwung terlihat dengan jelas.
Tidak hanya bagian permukaan tanah, bebatuan yang berada di aliran sungai juga tampak nyata, sebuah pemandangan yang tidak bisa dilihat secara langsung ketika situasi debit air sedang normal.
Rendahnya permukaan air di Bendung Katulampa menyebabkan minimnya pasokan air bagi masyarakat, khususnya untuk pemenuhan kebutuhan air rumah tangga dan pasokan irigasi lahan pertanian.
Di sisi lain, sebagian masyarakat justru memanfaatkan momentum air surut ini untuk mencari ikan dan memancing di sekitar aliran sungai.
Petugas mengimbau masyarakat agar melakukan penghematan air, utamanya untuk menjaga cadangan pemenuhan kebutuhan air rumah tangga dan sektor irigasi pertanian yang sangat bergantung pada pasokan aliran sungai tersebut.
Prediksi BMKG, musim kemarau tahun ini akan berlangsung cukup panjang, yakni selama 3 hingga 7 bulan. Puncak musim kemarau ini diperkirakan akan terjadi pada Oktober mendatang.(metrotvnews/editor: jeffrysarafil/Foto:istimewa)





