Jakarta,IntiJayaNews.com.- Badan Pusat Statistik menyebutkan, data Angka Kelahiran Total (TFR) Indonesia usia 15-49 tahun pada tahun 2025 sebesar 2,13, menurun 0,05 dari data TFR 2020 yakni 2,18.
Penurunan tersebut memang tampak tidak berarti. Namun, jika data ditarik lebih ke belakang, TFR di Indonesia tampak menurun tajam sejak 50 tahun terakhir.
Berdasarkan data TFR Menurut Provinsi, 1971-2020 dari BPS, Indonesia terus mengalami penurunan TFR tiap 10 tahun. TFR 5,61 pada tahun 1971 menurun signifikan pada 2020 menjadi 2,18.
Lima provinsi mengalami penurunan tajam yaitu Papua (7,20-2,76), Sumatera Utara (7,20-2,48), Maluku (6,89-2,52), Kalimantan Tengah (6,83-2,31), dan Sulawesi Utara (6,79-2,10). Data tersebut bisa dilihat secara lengkap dengan mengklik link di sini.
BPS telah merilis Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 untuk memperbarui data TFR di Indonesia. Hasil SUPAS 2025 menunjukkan bahwa tingkat fertilitas di Indonesia bervariasi antarprovinsi.
DKI Jakarta merupakan provinsi dengan TFR terendah yaitu sebesar 1,79, sedangkan Papua Pegunungan merupakan provinsi dengan TFR tertinggi yaitu sebesar 2,78. Disparitas ini mencerminkan perbedaan karakteristik sosial, budaya, ekonomi, dan akses layanan kesehatan reproduksi antarwilayah.
BPS juga menemukan variasi TFR antarprovinsi pada masing-masing pulau. Di Pulau Sumatera, TFR terendah tercatat di Kepulauan Riau (2,17), sedangkan tertinggi di Sumatera Utara (2,41).
Di Pulau Jawa, TFR terendah berada di DKI Jakarta (1,79), sementara TFR tertinggi tercatat di Jawa Barat dan Jawa Tengah (masing-masing 2,05).
Di Pulau Kalimantan, TFR terendah terdapat di Kalimantan Timur (2,09), sedangkan tertinggi di Kalimantan Utara (2,28). Di Pulau Sulawesi, TFR terendah tercatat di Sulawesi Utara (2,07), sedangkan tertinggi di Sulawesi Barat (2,50).
Di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, TFR terendah berada di Bali (2,02), sementara tertinggi di Nusa Tenggara Timur (2,72). Adapun di wilayah Maluku dan Papua, TFR relatif lebih tinggi dibandingkan wilayah lain, dengan TFR terendah di Maluku Utara (2,38) dan tertinggi di Papua Pegunungan (2,78.
Penurunan ini menegaskan bahwa tren penurunan fertilitas masih berlanjut meskipun dengan laju yang lebih landai dibandingkan periode-periode sebelumnya. Laporan BPS tersebut bisa diakses dengan mengklik link di sini. (Metrotvnews/editor: jeffrysarafil/Foto:ilustrasi-instagram))





