Tarif Transjakarta akan Dinaikkan, Anggota DPRD: Kurangi Macet Bakal Meleset!

TransJakarta/Foto: Istimewa

Jakarta,IntiJayaNews.com – Anggota DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik Zoelkifli menilai rencana kenaikan tarif Transjakarta, khususnya untuk rute Transjabodetabek hingga Rp10 ribu, perlu ditinjau kembali.

Kebijakan tersebut dinilai berpotensi kontraproduktif karena bisa mendorong warga penyangga kembali menggunakan kendaraan pribadi ke ibu kota.

Bacaan Lainnya

Anggota DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik Zoelkifli mengatakan, usulan tarif tersebut perlu dikaji ulang secara menyeluruh, terutama dampaknya terhadap minat masyarakat menggunakan transportasi publik.

“Kalau tarif Transjabodetabek naik jadi Rp10 ribu, ada risiko warga dari luar Jakarta memilih kembali naik motor atau mobil pribadi. Ini harus dihitung betul,” kata Taufik, Senin (6/7/2026).

Menurutnya, kebijakan tarif tidak bisa dilihat secara parsial, melainkan harus mempertimbangkan daya saing dengan biaya penggunaan kendaraan pribadi. Jika terlalu mahal, tujuan mengurangi kemacetan justru bisa meleset.

Ia menekankan, skema tarif seharusnya juga melibatkan pemerintah daerah penyangga seperti Depok, Bekasi, dan Tangerang, mengingat pengguna Transjabodetabek mayoritas berasal dari wilayah tersebut.

“Warga itu kan bukan hanya warga Jakarta. Jadi idealnya ada skema berbagi beban dengan pemerintah daerah asal. APBD mereka juga perlu terlibat,” ujarnya.

Selain itu, Taufik menilai usulan tarif langganan sebesar Rp200 ribu per bulan memang menarik bagi pengguna rutin, namun belum tentu mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang menggunakan transportasi publik secara tidak tetap.

“Kalau yang setiap hari naik, mungkin diuntungkan. Tapi yang tidak rutin, justru tidak punya pilihan selain bayar tarif sekali jalan yang lebih mahal. Ini juga harus dipikirkan,” ucapnya.(inilahcom)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *