AS Resmi Nyatakan Keluar dari WHO, Ada Apa?

Foto: istimewa

Jakarta,IntiJayaNews.com – Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) dinilai gagal menangani pandemi Covid-19, menjadi alasan utama keluarnya Amerika Serikat (AS) dari keanggotaan.

Presiden Donald Trump sebelumnya telah memberikan pemberitahuan resmi mengenai rencana penarikan diri Amerika Serikat dari WHO pada hari pertama masa kepresidenannya pada 2025 melalui sebuah perintah eksekutif.

Bacaan Lainnya

Dalam siaran pers bersama dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) serta Departemen Luar Negeri, pemerintah menyatakan bahwa AS hanya akan bekerja sama dengan WHO dalam kapasitas yang sangat terbatas guna memuluskan proses penarikan diri.

“Kami tidak memiliki rencana untuk berpartisipasi sebagai pengamat, dan kami juga tidak memiliki rencana untuk bergabung kembali,” kata seorang pejabat senior kesehatan pemerintah AS, dilansir Reuters.

Kepergian AS telah memicu krisis keuangan di tubuh WHO. Organisasi itu terpaksa memangkas setengah jajaran manajemennya dan mengurangi berbagai program kerja, termasuk memotong anggaran di hampir seluruh lini.

Selama ini, Washington merupakan penyumbang dana terbesar bagi WHO, dengan kontribusi sekitar 18% dari total pendanaan organisasi. WHO juga akan mengurangi sekitar seperempat jumlah stafnya hingga pertengahan tahun ini.

WHO menyatakan bahwa selama setahun terakhir pihaknya masih bekerja sama dengan Amerika Serikat dan berbagi informasi. Namun, belum jelas bagaimana bentuk kerja sama ke depan setelah penarikan resmi ini.

Para pakar kesehatan global menilai keputusan tersebut membawa risiko serius, tidak hanya bagi WHO, tetapi juga bagi Amerika Serikat dan dunia.

“Penarikan AS dari WHO dapat melemahkan sistem dan kolaborasi yang selama ini menjadi andalan dunia untuk mendeteksi, mencegah, dan merespons ancaman kesehatan,” kata Kelly Henning, pimpinan program kesehatan publik di Bloomberg Philanthropies, sebuah lembaga nirlaba berbasis di Amerika Serikat.

Beberapa pengkritik WHO bahkan mengusulkan pembentukan badan kesehatan global baru untuk menggantikan organisasi tersebut. Namun, sebuah dokumen proposal yang ditinjau pemerintahan Trump tahun lalu justru menyarankan agar AS mendorong reformasi internal dan memperkuat kepemimpinan Amerika di dalam WHO, bukan keluar sepenuhnya.(CNBC Indonesia)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *