Jakarta,IntiJayaNews.com – Mendengkur atau ‘ngorok’ sering dianggap gangguan yang tidak berbahaya, kondisi ini sering kali tidak ditangani.
Dilansir BBC.com, sekitar 40% populasi orang dewasa di UK mendengkur. Masalah ini lebih banyak dialami laki-laki daripada perempuan, menurut British Snoring and Sleep Apnoea Association (BSSAA).
Dr Clare Simon, seorang dokter yang mendalami pengobatan tidur berbasis kedokteran gigi menyebutkan, dengkuran terjadi akibat getaran jaringan lunak di saluran pernapasan bagian atas saat tidur.
Menurutnya, penting untuk membedakan apakah hanya mendengkur atau mengalami sleep apnoea.
Tanda-tanda sleep apnoea, yaitu gangguan yang menyebabkan pernapasan seseorang berulang kali berhenti dan mulai kembali saat tidur, meliputi jeda dalam pernapasan, tersedak pada malam hari, sering terbangun, dan mengalami sakit kepala pada pagi hari.
“Jika ini yang terjadi, Anda mungkin disarankan menggunakan mesin Continuous Positive Airway Pressure (CPAP), atau bahkan menjalani tindakan pembedahan dalam beberapa kasus,” jelas Simon.
Untuk dengkuran biasa, Simon mengatakan perubahan gaya hidup dapat membantu, seperti menurunkan berat badan, berhenti merokok, mengurangi konsumsi alkohol sebelum tidur, atau mengubah posisi tidur, misalnya tidur menyamping daripada telentang.
Disarankan untuk menemui dokter umum, yang dapat memberikan saran lebih lanjut atau merujuk ke dokter spesialis.
“Seorang ahli mungkin menyarankan penanganan sumbatan hidung atau alergi jika itu penyebab dengkuran, atau menggunakan pelindung mulut khusus yang mendorong rahang bawah sedikit ke depan agar saluran napas tetap terbuka,” ungkap Simon. (BBC.com/editor: jeffrysarafil/Foto:ilustrasi/istimewa)





