Jakarta,IntiJayaNews.com – Presiden Prabowo Subianto telah memberi restu Kepala Badan Pangan Nasional yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dugaan anomali dalam perdagangan beras.
Amran menyatakan, telah melaporkan temuan tersebut kepada Prabowo. Menurut dia, Presiden memintanya melanjutkan pengungkapan dugaan praktik yang disebutnya melibatkan mafia beras.
“Kami lapor Bapak Presiden, ini mafia beras, gimana Bapak Presiden? Beliau bilang gaspol, siap terima kasih Bapak Presiden,” kata Amran dalam keterangannya, Minggu, 13 September 2026.
Selain dugaan praktik anomali perberasan, Amran menyebut pemerintah menemukan ketidaksesuaian pada produk beras fortifikasi. Temuan itu, kata dia, telah masuk pemeriksaan laboratorium dan akan diumumkan dalam waktu dekat.
“Kami hajar! Kami pertaruhkan segalanya, sudah siap lahir batin. Beras fortifikasi, dia jual Rp56.000 satu kilo, padahal harganya Rp13.000 dan ini sudah masuk lab,” ujar Amran seperti dikutip dari Sinpoid.
Menurut Amran, selisih harga yang besar dapat menghasilkan keuntungan yang signifikan bagi pelaku. Ia mencontohkan keuntungan Rp30 ribu per kilogram jika dikalikan dengan 10 ton beras dapat mencapai Rp300 juta untuk satu truk.
“Untungnya itu kalau Rp30.000 dikali 10 ton, itu Rp300 juta, satu truk. (Jadi) ini sudah fiks. Insyaallah minggu depan kami umumkan,” ucap Amran.
Dia menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan praktik tersebut berlanjut. Amran menyebut beras merupakan kebutuhan masyarakat yang harus memperoleh perlindungan pemerintah.(Sinpo/editor: jeffrysarafil/foto:istimewa)





