Rambut Rontok Mendadak Bisa Botak, Ini Penyebabnya!

Jakarta,IntiJayaNews.com – Dilansir dari Hindustan Times, rambut rontok dapat menimbulkan rasa tidak percaya diri bagi sebagian orang, sebaiknya perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.

Kerontokan rambut yang muncul secara tiba-tiba, memiliki banyak kemungkinan penyebab. Oleh karena itu, penggunaan obat, ramuan, atau perawatan rumahan tanpa mengetahui penyebabnya justru berisiko memperburuk kondisi.

Bacaan Lainnya

Dokter menyarankan penderita segera berkonsultasi dengan dokter kulit, terutama jika kebotakan muncul secara mendadak atau berkembang dengan cepat.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Amulya Ramamurthy, dari Apollo Hospitals, Bangalore, mengatakan, kerontokan rambut yang terjadi secara mendadak, tidak seharusnya diabaikan.

Menurutnya, kebotakan mendadak atau kerontokan rambut yang berlangsung cepat, dapat menjadi tanda adanya perubahan tiba-tiba pada sistem internal tubuh.

Berikut adalah penyebab munculnya kebotakan secara mendadak

  1. Alopecia Areata

Alopecia areata merupakan kondisi autoimun ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang folikel rambut.

Kondisi ini biasanya menyebabkan munculnya area kebotakan berbentuk bulat atau oval, dengan permukaan kulit yang tampak halus. Kebotakan dapat berkembang hanya dalam hitungan hari hingga minggu.

Meski paling sering terjadi di kulit kepala, alopecia areata juga dapat menyerang bagian tubuh lainnya.

Pada tahap awal, akar atau folikel rambut umumnya masih dapat bertahan. Karena itu, rambut memiliki peluang untuk tumbuh kembali dengan penanganan yang tepat. 

Dokter dapat memberikan berbagai terapi, seperti suntikan steroid pada area yang mengalami kebotakan, obat oles, maupun obat minum.

  1. Infeksi Jamur

Infeksi jamur atau kurap pada kulit kepala (ringworm) juga dapat menyebabkan area rambut rontok berbentuk jelas.

Berbeda dengan alopecia areata, infeksi jamur biasanya disertai gejala lain, seperti kulit kemerahan, gatal, bersisik, bahkan pembengkakan pada sejumlah kasus.

Kondisi ini membutuhkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Dokter dapat memberikan obat antijamur sesuai penyebab dan tingkat keparahannya.

  1. Stres Berat

Stres fisik maupun emosional yang berat, dapat memicu kerontokan rambut.

Kondisi tersebut dapat terjadi setelah seseorang mengalami demam akibat infeksi virus, menjalani operasi besar, melahirkan, atau kehilangan anggota keluarga.

Kerontokan biasanya tidak langsung muncul saat stres terjadi. Rambut dapat mulai mengalami kerontokan sekitar 3 hingga 6 bulan setelah pemicu stres.

Pada kondisi tertentu, kerontokan bisa cukup parah hingga menyebabkan rambut menipis secara luas. Penanganan yang membantu rambut kembali memasuki fase pertumbuhan dapat digunakan untuk mengendalikan kerontokan.

  1. Kekurangan Nutrisi

Asupan nutrisi yang sangat rendah juga dapat memengaruhi kesehatan folikel rambut.

Kekurangan zat besi, protein, zinc, dan vitamin D dalam kadar berat, terkadang dapat menyebabkan kerontokan rambut. Baik dalam bentuk kebotakan di area tertentu maupun penipisan rambut secara menyeluruh.

Masalah ini dapat ditemukan, terutama pada orang yang menjalani diet sangat ketat untuk menurunkan berat badan.

Pemeriksaan tertentu dapat dilakukan untuk mengetahui kekurangan nutrisi, kemudian dokter dapat memberikan suplemen yang sesuai jika memang diperlukan.

  1. Terlalu Banyak Mengonsumsi Suplemen

Tidak hanya kekurangan nutrisi, konsumsi suplemen secara berlebihan juga dapat berdampak pada rambut.

Asupan vitamin A, selenium, atau vitamin E dalam jumlah berlebihan, disebut dapat berkontribusi terhadap kerontokan rambut.

Oleh karena itu, penggunaan suplemen sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan, terutama dalam dosis tinggi.

  1. Kebiasaan Menarik Rambut karena Stres

Stres juga dapat memicu kebiasaan menarik rambut secara berulang. Kondisi ini dikenal sebagai trikotilomania.

Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat menyebabkan rambut menipis hingga muncul area kebotakan yang terlihat jelas.

  1. Perubahan Hormon

Perubahan kadar hormon di dalam tubuh juga dapat menyebabkan kerontokan rambut secara tiba-tiba atau meningkatkan jumlah rambut yang rontok.

Karena penyebab hormonal dapat berbeda pada setiap orang, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui faktor yang mendasarinya.

  1. Efek Samping Obat Tertentu

Beberapa jenis obat juga dapat menyebabkan kerontokan rambut sebagai efek samping.

Jika kerontokan muncul setelah mulai mengonsumsi obat tertentu, jangan langsung menghentikan penggunaannya sendiri. 

Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui, apakah obat tersebut memang berhubungan dengan kerontokan rambut, dan apakah diperlukan perubahan terapi.(indozone/editor: jeffrysarafil/Foto:istimewa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *