Jakarta,IntiJayaNews.com – FIFA memberi sanksi pemain-pemain Argentina, saat buat keributan di akhir laga final Piala Dunia 2026, begitu partai Timnas Argentina vs Timnas Spanyol berakhir di Stadion New Jersey, Amerika Serikat (AS), Senin 20 Juli 2026 dini hari WIB.
Mengutip The Atheletic FC, Sabtu (22/8/2026) sanksi yang diberikan mencakup total akumulasi 21 larangan bertanding serta denda finansial yang signifikan bagi pihak-pihak yang terlibat.
Berikut rincian sanksi FIFA:
- Hukuman Larangan Bermain dan Denda
Tak hanya Paredes dan Gavi, Nahuel Molina juga diduga memukul gelandang Timnas Spanyol Rodri. Gara-garanya, pemain anyar Barcelona itu hendak merayakan kemenangan 1-0 di final.
Akibatnya, menurut laporan BBC Sports, Sabtu (22/8/2026), kedua pemain itu dihukum berat. Paredes dilarang tampil dalam 10 pertandingan bersama Timnas Argentina plus denda USD90 ribu (setara Rp1,6 miliar).
Sementara, Molina dihukum larangan bermain dalam tujuh laga bersama Timnas Argentina. Ia juga didenda sebesar USD90 ribu.
Gavi turut terkena hukuman. Gelandang Barcelona itu dilarang bermain dalam satu laga bersama Timnas Spanyol plus denda USD30 ribu (setara Rp530 juta). Hukuman serupa diterima pemain Timnas Argentina lainnya yakni Thiago Almada.
Lalu, staf kepelatihan Timnas Argentina, Roberto Ayala, dilarang mendampingi tim dalam tiga laga gara-gara menyerang Dani Olmo. Ia pun diwajibkan membayar denda USD30 ribu atas perbuatannya.
Federasi Sepakbola Argentina (AFA) turut menanggung risiko atas tindak-tanduk pemainnya. Mereka dijatuhi denda USD321 ribu (setara Rp5,67 miliar) gara-gara bendera dan nyanyian terkait Kepulauan Malvinas usai laga kontra Timnas Inggris di semifinal.
Sebanyak USD100 ribu (setara Rp1,76 miliar) dari denda itu harus dipergunakan untuk aksi-aksi melawan diskriminasi di sepakbola Argentina. Sedangkan USD100 ribu sisanya berstatus ditangguhkan.
Kemudian, Timnas Argentina dijatuhi hukuman pengurangan kapasitas laga kandang sebanyak 50% untuk dua partai ke depan. Tapi, satu laga di antaranya ditangguhkan karena masih berstatus masa percobaan.(Berbagai sumber/editor: jeffrysarafil/Foto:Facebook)





