Tips Membersihkan Abu Vulkanik di Area Rumah, Jangan Disapu Kondisi Kering!

Jakarta,IntiJayaNews.com – Endapan abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau, sebaiknya jangan disapu dalam kondisi kering karena dapat membuat partikel abu kembali beterbangan dan terhirup.

Demikian dihimbau Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta, membagikan panduan bagi warga dalam membersihkan endapan abu vulkanik di area rumah.

Bacaan Lainnya

“Dinkes mengimbau masyarakat tidak menyapu abu dalam kondisi kering, karena aktivitas tersebut dapat membuat partikel abu kembali beterbangan dan terhirup,” tulis Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati dalam keterangan resminya, Minggu, 6 September 2026.

Ani menjelaskan, menyapu abu secara kering dapat membuat partikel halus berunsur silika dan kaca vulkanik melayang di udara.

Sebagai gantinya, warga disarankan memercikkan air secukupnya terlebih dahulu agar abu menjadi lebih berat saat dibersihkan, tanpa menyiramnya secara berlebihan guna mencegah penyumbatan pada saluran drainase.

Selama proses pembersihan berlangsung, masyarakat juga diimbau wajib menggunakan alat pelindung diri sederhana secara lengkap.

“Sebelum membersihkan abu, gunakan masker, kacamata pelindung, sarung tangan, pakaian lengan panjang, dan sepatu tertutup. Perlengkapan tersebut membantu mengurangi risiko abu terhirup serta mencegah iritasi pada mata dan kulit,” kata Ani.

Setelah selesai membersihkan lingkungan yang terpapar, warga disarankan melepaskan masker di luar ruangan sebelum masuk rumah, segera mandi, keramas, serta mengganti dan mencuci pakaian yang terkena abu secara terpisah. Warga juga diimbau membilas mata dan hidung dengan air bersih serta mengonsumsi air putih yang cukup.

Untuk meminimalkan dampak buruk kesehatan, Dinkes DKI meminta masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah serta menutup rapat pintu dan jendela.

“Jika harus bepergian, gunakan masker KN95 atau N95 untuk membantu menyaring partikel halus. Gunakan kacamata pelindung untuk melindungi mata dari paparan abu,” ucap Ani.

Langkah antisipasi ini tergolong krusial mengingat kandungan silika dan kaca vulkanik pada abu bersifat abrasif yang berpotensi memicu gangguan serius pada saluran pernapasan, mata, hingga kulit.

“Paparan abu vulkanik dapat menyebabkan keluhan seperti batuk, iritasi tenggorokan, sesak napas, serta memperburuk kondisi penyakit pernapasan seperti asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Paparan juga dapat menimbulkan iritasi pada mata berupa perih, mata merah, dan rasa mengganjal. Pada kulit, abu dapat menyebabkan gatal dan iritasi,” tegas Ani.

Ani juga meminta kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan kronis untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra.

Warga yang mengalami gejala berat seperti sesak napas, batuk parah, atau gangguan penglihatan diimbau segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.(metrotvnews/editor: jeffrysarafil/Foto:istimewa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *