Jakarta,IntiJayaNews.com – Erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian dunia internasional. Apa saja yang diberitakan?
Media China Xinhua:
Highlight imbauan BNPB dan penilaian potensi tsunami Kantor berita resmi asal China, Xinhua, memberitakan bahwa erupsi Gunung Anak Krakatau terus berlangsung sejak Jumat pukul 23.07 WIB, dengan penampakan fenomena pancuran lava (lava fountain) teramati pada Sabtu dini hari antara pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.
Dalam laporannya, Xinhua menekankan bahwa tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih bertahan pada Status Level III (Siaga), dengan radius bahaya zona terlarang sejauh 3 kilometer dari kawah aktif.
Xinhua mengutip pernyataan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang meminta masyarakat untuk tetap tenang.
“Warga tak perlu panik, tapi mereka harus terus waspada,” tulis BNPB dalam pernyataan resminya yang disiarkan Xinhua.
Media Turki Anadolu Agency:
Soroti rekaman seismik MAGMA Indonesia Pemberitaan media internasional asal Turkiye, Anadolu Agency, menyoroti rincian teknis seismik dan kronologi erupsi beruntun yang dikeluarkan oleh platform digital MAGMA Indonesia.
Anadolu Agency mengutip keterangan tertulis dari Badan Geologi yang mengonfirmasi bahwa rentetan gemuruh erupsi Gunung Anak Krakatau terdengar jelas hingga ke pos pengamatan lokal.
“Sabtu, 5 September 2026 pukul 04:40 pagi, erupsi masih berlangsung, dan dentuman masih terdengar dari post Krakatau Pasauran PGA,” bunyi keterangan tertulis Badan Geologi yang dikutip Anadolu Agency.
Anadolu Agency juga memberitakan bahwa aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau telah berlangsung intensif sejak 2 Juli 2026, yaitu ketika statusnya dinaikkan menjadi Level III (Siaga).
“Tinggi kolom erupsi tidak teramati, tetapi warna merah menyala dari asap erupsi terlihat sangat jelas,” tulis laporan tersebut.
Anadolu Agency juga mengulas laporan suara dentuman dan getaran yang dirasakan masyarakat di sebagian wilayah Jawa Barat, Banten, dan Lampung.
The Nation (Thailand):
Soroti ketinggian abu 15 km dan evaluasi tsunami Jepang Media asal Thailand, The Nation, menyoroti buletin Darwin Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) yang dirilis Sabtu pukul 09.30 WIB.
Laporan tersebut mencatat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah mencapai flight level 500 atau setara dengan ketinggian 15,2 kilometer di udara.
Laporan satelit menunjukkan awan abu lapisan atas bergerak ke arah barat, sementara lapisan bawah berembus ke arah selatan hingga tenggara.
The Nation mengutip pemberitaan Weathernews mengenai respons Japan Meteorological Agency (JMA).
JMA sempat melakukan pemantauan ketat pada Sabtu sejak pukul 04.00 waktu Jepang untuk mengantisipasi potensi gelombang tsunami tak biasa, belajar dari pengalaman erupsi Gunung Tonga pada Januari 2022.
Namun, pada pukul 12.30 waktu Jepang (10.30 WIB), JMA mengonfirmasi secara resmi bahwa erupsi Gunung Anak Krakatau tidak menimbulkan dampak tsunami di wilayah Jepang maupun perubahan permukaan air laut yang signifikan di stasiun pemantauan kawasan Pasifik.(kompascom/editor: jeffrysarafil/foto:facebook)





