Subsidi BBM Dipangkas, Pakar Ekonomi: Berdampak Masyarakat Kelas Bawah

Foto: istimewa

Jakarta,IntiJayaNews.com – Pemangkasan subsidi BBM dan LPG 3 kg akan berdampak langsung pada penurunan daya beli masyarakat kelas bawah.

“Langkah tersebut memperkecil alokasi dana masyarakat lapis bawah untuk mencukupi kebutuhan hidup lainnya karena pengeluaran energi meningkat,” jelas pengamat sosial ekonomi dan keagamaan Anwar Abbas dalam keterangan tertulis, Rabu kemarin, dikutip dari JPNN.

Bacaan Lainnya

Dikatakan, jika itu yang terjadi maka tentu kesejahteraan mereka akan berkurang dibandingkan masa sebelum subsidi dipangkas.

Anwar mempertanyakan alasan pemerintah memangkas subsidi ketika daya beli masyarakat sedang menurun.

Dia menilai kebijakan tersebut seharusnya ditunda hingga daya beli masyarakat lapis bawah kembali meningkat.

Terlebih dari itu, Anwar juga mempertanyakan urgensi dari pemangkasan subsidi tersebut apakah digunakan untuk menutupi kekurangan dana program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Pertanyaan saya yang kedua untuk apa urgensinya subsidi BBM dipangkas? Apakah untuk menutup kekurangan dana MBG?” katanya mempertanyakan.

Menurutnya, langkah yang lebih rasional ketimbang memangkas subsidi yakni melakukan rasionalisasi terhadap program MBG.

Anwar berpendapat program MBG seharusnya diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga fakir miskin.

Program tersebut dinilai tidak efektif dan efisien, karena saat ini cenderung diberikan kepada anak-anak orang kaya.

“Kalau sekarang saya lihat MBG itu juga diberikan kepada anak-anak orang kaya,” tuturnya.

Selain itu, penurunan daya beli masyarakat bawah dikhawatirkan dapat memukul berbagai usaha lain yang berkaitan dengan kebutuhan kelompok tersebut.
(jpnn/Foto:istimewa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *