Mengenal Sosok Delcy Rodriguez Presiden Venezuela, Gantikan Nicolas Maduro

Delcy Rodriguez/Foto: istimewa

Jakarta,IntiJayaNews.com – Mahkamah Agung Venezuela, Sabtu 3 Januari 2026, memerintahkan agar Delcy Rodríguez (wakil presiden) mengambil alih posisi kepala negara karena Presiden Venezuela Nicolás Maduro telah ditangkap militer Amerika Serikat (AS).

Rodríguez, menurut Presiden AS Donald Trump, “pada dasarnya besedia melakukan apa yang kami pikir perlu untuk membuat Venezuela kembali hebat”.

Bacaan Lainnya

“Dia tidak punya pilihan,” kata Trump.

Siapa sebenarnya Delcy Rodríguez?
Garis silsilah keluarga Delcy Rodríguez kental dengan nuansa politik.

Pengacara berusia 56 tahun ini adalah putri Jorge Antonio Rodríguez, seorang gerilyawan pada 1960-an. Dia meninggal dalam tahanan polisi pada 1976 setelah ditangkap karena terlibat menculik William Niehous, seorang pejabat perusahaan AS yang beroperasi di Venezuela.

Kematian ayahnya itu mendorong Delcy untuk belajar hukum di Universitas Pusat Venezuela dan kemudian dilanjutkan dengan studi Hukum Perburuhan dan Serikat Pekerja di Prancis.

“Saya memutuskan untuk mencari keadilan dalam kasus ayah saya dan saya masuk fakultas hukum. Di sana saya langsung melamar menjadi asisten peneliti di Institut Studi Pidana,” ucapnya.

Peristiwa kematian ayahnya juga memengaruhi cara pandang Delcy Rodríguez terhadap politik.

“Revolusi Bolivarian, kedatangan Komandan Hugo Chávez, adalah balas dendam pribadi kami,” katanya dalam sebuah wawancara tahun 2018 seraya menegaskan dirinya tidak termotivasi oleh kebencian.

Delcy Rodríguez memulai karier politik selama pemerintahan Hugo Chávez. Pada masa itu pula dia pertama kali masuk kabinet dengan menduduki posisi Menteri Sekretaris Negara selama beberapa bulan.

Namun, saat Maduro berkuasa, ia memegang banyak posisi di pemerintahan.

Delcy Rodríguez pernah menjabat Menteri Komunikasi dan Informasi, Menteri Ekonomi, dan Menteri Luar Negeri.

Baru-baru ini, ia menjabat Wakil Presiden serta Menteri Hidrokarbon.

Ia juga merupakan ketua Majelis Konstituen Nasional yang yang terpilih secara kontroversial pada 2017. Posisi ini sangat penting karena—setidaknya menurut teori hukum—memiliki kekuasaan lebih besar daripada presiden.

Delcy Rodríguez sebelumnya pernah memegang jabatan Menteri Luar Negeri antara 2014 dan 2017. Namun terlepas dari jabatan tersebut, ia tidak pernah berhenti menjadi salah satu wajah pemerintah baik di dalam maupun di luar Venezuela.

Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir, ketika Maduro mengurangi perjalanan ke luar negeri, ia menjadi sosok kunci dalam hubungan dengan negara-negara sekutu seperti Turki, China, dan Iran.

Di panggung internasional, Rodríguez terlibat dalam beberapa insiden, seperti pada 2016 ketika menjabat menteri luar negeri, ia mencoba memasuki pertemuan Mercosur di Buenos Aires setelah Venezuela dikeluarkan dari blok tersebut.

Selang empat tahun kemudian, terjadilah insiden yang dijuluki pers Spanyol sebagai “Delcygate”.

Peristiwa ini berlangsung ketika Rodríguez mendarat dengan pesawat pribadi di Bandara Barajas di Madrid pada 20 Januari 2020 dini hari. Di sana dia bertemu selama beberapa jam dengan Menteri Transportasi Spanyol saat itu, José Luis Ábalos. Padahal dia masih dikenai larangan masuk ke wilayah Schengen yang dikeluarkan oleh Austria.

Rodríguez adalah salah satu dari sekitar 50 pejabat senior Venezuela yang dikenai sanksi oleh Uni Eropa karena pelanggaran hak asasi manusia dan kemerosotan demokrasi di Venezuela.(Sumber: BBC News)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *