Jakarta,IntiJayaNews.com – Presiden Prabowo Subianto, Kamis (1/10/2026), kembali merombak kabinetnya, namun dinilai masih ‘gemuk’.
Dilansir dari BBCNewsIndoesia, pada 2024, LSM Center of Economic and Law Studies (Celios) menaksir kabinet “gemuk” Prabowo bisa menghabiskan dana sekitar Rp777 miliar per tahun.
Dalam laporannya, Celios mengasumsikan gaji dan tunjangan menteri sebesar Rp150 juta per bulan. Sedangkan, gaji dan tunjangan wakil menteri sebesar Rp100 juta per bulan.
Celios mengasumsikan anggaran operasional per orang di kabinet Rp500 juta per bulannya, maka, dalam lima tahun mendatang peningkatan anggaran bisa mencapai Rp1,95 triliun.
“Inilah konsekuensi kabinet gemuk ya, banyak anggaran terkuras untuk jabatan wakil menteri, staf khusus, penasihat, dan seterusnya. Dulu, enggak ada wamen semuanya bisa selesai kan.”
“Tapi, akomodasi politik itu yang membuat Pak Prabowo harus berpikir, bagaimana menempatkan orang-orang yang berjasa dalam pemenangannya. Akhirnya dicari-cari lah apa yang cocok [untuk mereka].”
Sementara pengamat politik dari CSIS, Nicky Fahrizal, menilai perombakan kabinet semestinya disertai dengan peningkatan performa kerja. Bahkan, harus mampu mengakselerasi ketertinggalan selama dua tahun ini.
“Dua tahun ini hanya kehebohan, komunikasi politik yang buruk, dan kebijakan yang serampangan,” cetusnya kepada BBC News Indonesia, Kamis (01/10).
(BBCNewsIndoneia/Foto:ilustrasi/istimewa)





