Jakarta,IntiJayaNews.com – Beredar kabar sebanyak 50 pria yang diduga personil TNI menggeruduk Polda Metro Jaya, ditanggapi Kapuspen TNI.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Muhammad Nas secara tegas membantah bahwa kabar penggerudukan itu hoaks.
Dia menegaskan bahwa pihaknya sangat menghargai proses hukum yang tengah diusut oleh Bareskrim Polri.
“Berita tersebut sangat nggak mungkin. Kalau ada kasus pasti TNI sangat menghargai proses,” ujar Brigjen Nas kepada wartawan Kamis (9/7/2026).
Mengenai informasi bahwa yang mendatangi Polda Metro ialah personel Badan Intelijen Strategis atau BAIS, Nas memberikan penjelasan.
Menurut dia, mustahil personel intelijen mengakui profesinya. “Lagian kalau ada yang mengaku personel BAIS, diragukan kebenarannya,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, rumah Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah di Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026) terlihat aparat TNI.
Sedikitnya ada 20 anggota TNI berada di depan pagar tinggi rumah dinas tersebut. Beberapa di antaranya terlihat duduk di taman yang berada di depan rumah. Sesekali, satu atau dua anggota TNI berjalan mengitari area sekitar.
Di sekitar lokasi juga terlihat sejumlah mobil berpelat dinas TNI. Namun, tidak terlihat aparat kepolisian berada di lokasi tersebut.
Hingga kini, Polda Metro Jaya belum memberikan pernyataan resmi mengenai adanya penggerudukan ke markas mereka tersebut.(Ftnews/Foto: okezone)





