Cerita Menkeu Purbaya ‘ADU NYALI’ Bertemu IMF dan World Bank

Grafis foto: instagram kompascom

Jakarta,IntiJayaNews.com – Belum lama ini Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, diundang World Bank dan Internasional Monetary Fund (IMF), apa saja yang dibicarakan?

Purbaya menceritakan, pertemuan dengan kedua ‘raksasa moneter’, dia menolak tawaran bantuan pendanaan utang. Baik dari IMF maupun World Bank.

Bacaan Lainnya

“Terus kalau dengan IMF World Bank. Kita kan datang bilateral juga. Datang ke IMF, datang ke World Bank. Sama sih nanya itu juga,” katanya kepada wartawan di gedung Kemenkeu, Selasa 21 April 2026.

Ia menjelaskan, awalnya saat kunjungan ke IMF membahas kemampuan Indonesia dalam menjalankan kebijakan ekonomi ditengah kondisi geopolitik yang memanas.

“Apakah kita bisa menjalankan kebijakan yang kita sebutkan selama ini. Kita bisa meyakinkan mereka bahwa itu memang seperti itu, dan di dua-duanya tuh,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, IMF menawarkan Indonesia bantuan pendanaan dan negara-negara yang membutuhkan, dengan nilai yang disebut mencapai 20 hingga 30 miliar dolar AS.

Namun, Purbaya menolak tawaran tersebut. Sebab kondisi APBN Indonesia saat ini masih dalam kategori aman.

“Jangan nawarin, tapi yang terakhir nawarin lagi. Kalau mau itu dipakai boleh, suruh ngutang ke dia. IMF juga sama. Tapi saya bilang ya itu terima kasih atas tawarannya. Tapi sekarang kondisi APBN kita masih bagus,” tegasnya.

Dan saya belum butuh itu. Dan saya masih punya 25 miliar dolar juga, yang kita pegang itu sendiri untuk negara sendiri. 

Mereka kan 25 triliun dolar untuk beberapa negara. kita punya 25 miliar dolar sendiri. 

Jadi kondisi keuangan kita masih aman. Itu yang utama kali ya. 

Purbaya mengeklaim, Indonesia masih memiliki cadangan dana sendiri sekitar 25 miliar dolar AS yang dapat digunakan untuk kebutuhan negara.

Ia menambahkan, secara keseluruhan kondisi keuangan Indonesia masih aman dan terkendali, sehingga belum perlu bergantung pada pinjaman dari lembaga internasional.

“Yang utama, kondisi keuangan kita masih aman,” tutupnya.(disway/editor:jeffrysarafil)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *