‘SETAN DEBU’ di BROMO Menarik Perhatian Wisatawan

Jakarta,IntiJayaNews.com – Belum lama ini viral di media sosial video memperlihatkan pusaran debu raksasa di kawasan lautan Pasir Gunung Bromo.

Video tersebut kemudian dibagikan kembali oleh akun resmi BMKG Juanda, @infobmkgjuanda. Lantas, apa sebenarnya fenomena yang kerap disebut sebagai “setan debu” atau dust devil itu?

Dust devil atau yang dikenal masyarakat sebagai setan debu adalah pusaran udara kecil yang terbentuk akibat pemanasan permukaan tanah oleh sinar matahari. Menurut penjelasan BMKG, dust devil merupakan pusaran udara berukuran relatif kecil tetapi cukup kuat. 

Fenomena ini terjadi ketika udara panas dan kering di permukaan tanah naik dengan cepat, kemudian bertemu dengan lapisan udara yang lebih dingin di atasnya. Perbedaan suhu tersebut memicu terbentuknya pusaran udara yang berputar dan mampu mengangkat debu, pasir, daun kering, hingga serpihan benda ringan ke udara.

Meski tampak menyerupai tornado dalam bentuknya, dust devil memiliki karakteristik yang berbeda dan umumnya tidak berbahaya apabila diamati dari jarak aman.

Sering Terjadi di Bromo

Kawasan Lautan Pasir Gunung Bromo memiliki kondisi yang sangat mendukung terbentuknya dust devil. Fenomena ini biasanya muncul ketika cuaca cerah dengan penyinaran matahari yang sangat terik. 

Panas matahari membuat permukaan pasir cepat memanas sehingga udara di atasnya ikut menjadi panas dan bergerak naik. Selain itu, beberapa faktor lain yang memicu terbentuknya dust devil antara lain:

  1. Intensitas sinar matahari yang tinggi.
  2. Permukaan tanah atau pasir yang kering.
  3. Kelembapan udara yang rendah.
  4. Kondisi cuaca cerah tanpa hujan.

Karena Bromo memiliki hamparan pasir vulkanik yang luas dan minim vegetasi, kawasan ini menjadi salah satu lokasi yang cukup ideal bagi terbentuknya pusaran debu tersebut, terutama pada musim kemarau.

Wisatawan disarankan tidak mendekati pusaran ketika fenomena tersebut sedang terjadi. Debu yang beterbangan juga dapat mengganggu penglihatan dan menyebabkan iritasi pada mata maupun saluran pernapasan jika terpapar secara langsung.(kompastv/editor: jeffrysarafil/Foto:Instagram)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *