Jakarta,IntiJayaNews.com – Gunung Kawi semakin viral di media sosial, berbagai cerita disajikan, seperti dua pengusaha Ong Hok Liong (Rokok Bentoel) dan Liem Sioe Liong, disebut sukses karena sering ziarah ke Gunung Kawi.
Dikutip dari FTnews, berdasarkan buku Wali Berandal Tanah Jawa karya George Quinn, Ong Hok Liong dikenal sebagai salah satu pengusaha yang rutin berziarah ke Gunung Kawi.
Salah satu kisah yang paling terkenal terjadi sekitar tahun 1954. Saat berziarah, Ong dikisahkan tertidur di dekat makam dan bermimpi melihat ubi talas. Setelah terbangun, ia kemudian meminta penjelasan kepada juru kunci mengenai arti mimpi tersebut.
Menurut penafsiran yang diterimanya, mimpi itu dianggap sebagai petunjuk untuk mengganti nama perusahaan dan merek rokok yang saat itu belum berkembang.
Saat itu, pabrik rokok miliknya masih menggunakan nama Strootjes-Fabriek Ong Hok Liong. Setelah pergantian nama menjadi Bentoel—yang merupakan sebutan ubi talas dalam dialek masyarakat Malang—bisnisnya disebut berkembang pesat.
Dalam beberapa tahun, perusahaan Bentoel tumbuh menjadi salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia dan mempekerjakan ribuan karyawan.
Nama lain yang sering dikaitkan dengan Gunung Kawi adalah Liem Sioe Liong atau Salim, pendiri Salim Group.
Dalam buku Liem Sioe Liong dan Salim Group: Pilar Bisnis Soeharto, Richard Borsuk dan Nancy Chng menuliskan bahwa Liem beberapa kali setiap tahun mengunjungi Gunung Kawi sebelum mengambil keputusan bisnis berskala besar.
Ia disebut menjalani ritual di sebuah kuil Tionghoa di kawasan tersebut dan meminta pertimbangan kepada peramal sebelum menentukan langkah usaha.
Salah satu kisah yang sering diceritakan berkaitan dengan keputusan menunjuk Mochtar Riady untuk mengembangkan Bank Central Asia (BCA). Dalam buku tersebut disebutkan bahwa keputusan itu diambil setelah Liem memperoleh keyakinan dari hasil ritual dan petunjuk yang diyakininya.
Di bawah kepemimpinan Mochtar Riady, BCA kemudian berkembang menjadi salah satu bank swasta terbesar di Indonesia.
Selain dikenal mempercayai feng shui dalam sejumlah keputusan bisnis, perjalanan Liem Sioe Liong dan Ong Hok Liong menunjukkan bahwa Gunung Kawi memiliki tempat tersendiri dalam kisah perjalanan beberapa pengusaha Indonesia.
Meski demikian, tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa keberhasilan bisnis mereka disebabkan oleh kunjungan ke Gunung Kawi.
Kesuksesan keduanya juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti strategi bisnis, kerja keras, kemampuan membaca peluang pasar, jaringan usaha, serta keputusan investasi yang mereka ambil.
Terlepas dari berbagai kepercayaan yang berkembang di masyarakat, kisah Gunung Kawi tetap menjadi bagian menarik dalam sejarah perjalanan dua konglomerat Indonesia yang berhasil membangun kelompok usaha besar dan berpengaruh hingga kini.(Ftnews/Foto: ilustrasi/istimewa)





