BITA HEMMATI Terancam Hukuman Gantung, Terkait Demo Protes Pemerintah Iran

Bita Hemmati Foto: dok. X

Teheran,IntiJayaNews.com – Human Rights Activists News Agency menyebutkan, pemerintah Iran akan mengeksekusi seorang perempuan bernama Bita Hemmati ke tiang gantung, terkait demonstrasi akhir 2025.

Selain Bita Hemmati, 3 orang lain juga dijatuhi hukuman serupa oleh Pengadilan Revolusi Tehran. Mereka adalah:

Mohammadreza Majidi-Asl (suami Bita Hemmati)

Behrouz Zamaninejad

Kourosh Zamaninejad

Keempat orang itu dituduh terlibat dalam aksi yang dianggap mengancam keamanan negara. Menurut laporan dari Human Rights Activists News Agency, mereka didakwa melakukan kerja sama dengan pihak asing yang dianggap bermusuhan.

Kasus ini berasal dari gelombang protes yang meletus pada akhir Desember 2025. Ribuan warga turun ke jalan di berbagai kota untuk menyuarakan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah.

Situasi sempat memanas hingga pemerintah melakukan pembatasan akses internet guna meredam penyebaran informasi.

Laporan dari berbagai pihak menyebutkan bahwa bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan menyebabkan banyak korban jiwa, meskipun angka pasti belum terkonfirmasi secara independen.

Dalam persidangan, pihak berwenang menuduh para terdakwa melakukan berbagai tindakan serius, termasuk:

Bersekongkol melawan keamanan nasional

Bekerja sama dengan negara asing

Terlibat dalam aksi kekerasan terhadap aparat

Kasus ini memicu kekhawatiran luas dari komunitas internasional. Sejumlah organisasi HAM menilai proses hukum yang dijalankan tidak transparan dan berpotensi melanggar prinsip keadilan.

Ada laporan yang menyebutkan para terdakwa mengalami tekanan selama proses interogasi. Bahkan, diduga dipaksa untuk mengakui perbuatan yang dituduhkan.

Hakim Iman Afshari menyebut para terdakwa diduga menggunakan bahan peledak dalam aksi demonstrasi, meski rincian bukti tidak dijelaskan secara terbuka.

Selain hukuman mati, beberapa terdakwa juga dikenai hukuman tambahan berupa penjara dan penyitaan aset.(Finnews/Editor: Jeffry Sarafil)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *