Es Krim COKLAT JANGKRIK Dicoba 121 Orang, Bagaimana Rasanya?

Jakarta,IntiJayaNews.com – Andrea Zefany Wirjolukito, mahasiswi program studi Teknologi Pangan di Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L University) di Pulo Gadung, Jakarta Timur, menciptakan es krim coklat jangkrik.

Dilansir dari Curly Tales, Rabu (28/10/2026), pemilihan jangkrik sebagai bahan tambahan didasarkan pada kandungan nutrisinya yang sangat tinggi, khususnya protein.

Selain itu, jangkrik dikenal relatif mudah ditemukan serta dapat dikembangbiakkan secara optimal di dalam lingkungan laboratorium.

Melalui akun Instagram pribadinya, @andreazefanny, ia membagikan proses pembuatan es krim cokelat dari jangkrik yang langsung memicu rasa penasaran warganet.

Bagaimana rasanya? Andrea mengungkapkan bahwa jangkrik sebenarnya memiliki profil cita rasa yang menyerupai kacang-kacangan atau memberikan kesan nutty.

Penelitian mengenai karakteristik sensori dan tingkat penerimaan konsumen terhadap inovasi ini turut diperdalam oleh mahasiswa i3L University lainnya, David Christantyaputra Gunawan, sebagaimana dimuat dalam i3L Repository.

Penelitian tersebut menguji empat variasi formulasi es krim cokelat, yang terdiri atas es krim tanpa tambahan bubuk jangkrik sebagai kontrol, serta tiga variasi dengan penambahan bubuk jangkrik masing-masing sebanyak sembilan persen,12 persen, dan 15 persen.

Uji coba ini melibatkan total 121 panelis yang diminta menilai sampel es krim secara langsung tanpa melalui pelatihan khusus.

Berdasarkan hasil pengujian, terungkap bahwa formulasi dengan penambahan bubuk jangkrik sebanyak sembilan persen masih dinilai ideal karena mampu mempertahankan karakteristik rasa cokelat yang diharapkan konsumen.

Sebaliknya, penambahan konsentrasi bubuk jangkrik yang lebih tinggi, yakni 12 persen hingga 15 persen, justru memberikan dampak penurunan kualitas sensori.

Formulasi tinggi tersebut cenderung memunculkan rasa pahit, aroma yang kurang sedap, sensasi rasa menyerupai tanah yang tertinggal di rongga mulut, serta tekstur es krim yang terasa berbutir.

Secara keseluruhan, riset ini membuktikan bahwa semakin tinggi persentase bubuk jangkrik yang disematkan, tingkat kesukaan konsumen secara umum cenderung mengalami penurunan.

Namun, proyek inovatif ini tetap menjadi langkah awal yang cemerlang dalam memperkaya wawasan riset pangan fungsional di Indonesia, membuktikan bahwa kreativitas mahasiswa mampu membuka peluang baru dalam pemanfaatan sumber protein alternatif.(indozone/foto:Instagram)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *