Oknum Dosen UIN Jambi Digerebek di Kamar Kos Mahasiswi, Bantah: Saya Bertiga!

Foto: ilustrasi/Istimewa

Jakarta,IntiJayaNews.com – Oknum dosen Universitas Islam Never (UIN) Jambi berinisial DK, digerebek di kamar kos mahasiswi, Jumat malam (1/5/2026) viral di media sosial.

Skandal kasus perselingkuhan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi ini memicu sorotan warga sekitar.

Berikut Kronologi Penggerebekan Versi Warga dan Pihak Istri

Berdasarkan keterangan Ketua RT setempat, penggerebekan bermula saat istri DK mencurigai keberadaan suaminya.

Setelah melakukan penelusuran, DK diketahui berada di dalam sebuah rumah kos yang kabarnya ditempati oleh seorang mahasiswi.

Kecurigaan tersebut semakin kuat setelah ditemukan mobil dan sepatu milik DK di lokasi.

Istri DK kemudian mendatangi tempat tersebut bersama kuasa hukumnya serta didampingi aparat setempat, termasuk Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan perangkat RT.

Peristiwa berlangsung cukup lama, pada Jumat malam 1 Mei 2026 dari pukul 17.30 hingga 20.00 WIB, karena DK sempat tidak segera keluar dari dalam kamar.

Situasi semakin ramai karena warga berdatangan ke lokasi, bahkan disebut ada pihak lain yang ikut hadir karena persoalan pribadi dengan DK.

Saat penggerebekan berlangsung, DK diketahui berada di dalam kamar bersama seorang perempuan (mahasiswi) dan satu pria lain yang disebut sebagai rekannya.

Bantah Berduaan

Menanggapi viralnya video tersebut, DK memberikan klarifikasi melalui kuasa hukumnya. Ia membantah tuduhan bahwa dirinya berduaan dengan seorang perempuan di dalam kamar.

Dalam pernyataannya, DK menegaskan: “Saya di sana berada bukan berdua tapi di dalam itu saya bertiga.”

Ia menjelaskan bahwa keberadaannya di lokasi tersebut berawal dari aktivitas menemani seorang perempuan berbelanja di sebuah toko kecantikan.

Setelah itu, DK mulai mengaku terlibat masalah utang piutang dengan rekan bisnisnya.

Karena merasa terancam, DK menghubungi seseorang yang disebut sebagai anggota TNI untuk meminta bantuan.

Ia kemudian bertemu kembali dengan orang tersebut di lokasi kos.

Saat penggerebekan terjadi, DK mengaku panik dan bersembunyi di kamar mandi bersama pria tersebut, sementara perempuan yang bersamanya juga berada di lokasi karena ketakutan.

DK bahkan menduga peristiwa penggerebekan tersebut telah diatur sebelumnya.

Kuasa Hukum Istri

Pernyataan DK langsung dibantah oleh pihak kuasa hukum istri. Mereka menegaskan bahwa tidak ada rekayasa atau skenario dalam penggerebekan tersebut.

Kuasa hukum menyebut bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan terhadap DK selama beberapa hari sebelum kejadian. Mereka mengikuti pergerakan DK dari sejumlah lokasi, termasuk pusat perbelanjaan hingga tempat kos.

Menurut mereka, penggerebekan dilakukan murni atas dasar temuan di lapangan, bukan karena adanya pengaturan tertentu.

Selain itu, pihak istri juga menyatakan akan melanjutkan proses hukum, termasuk gugatan perceraian, meskipun peluang penyelesaian secara damai tetap terbuka.

Pihak kampus tempat DK mengajar langsung mengambil langkah tegas menyusul viralnya kasus tersebut.

Dalam pernyataan resmi, kampus menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas kegaduhan yang terjadi.

DK untuk sementara dinonaktifkan dari jabatannya sebagai wakil dekan serta dibebastugaskan dari aktivitas akademik selama proses pemeriksaan berlangsung.

Langkah ini diambil untuk menjaga integritas institusi serta memastikan proses penelusuran berjalan objektif.

Hingga saat ini, kasus penggerebekan dosen di Jambi tersebut masih dalam proses penanganan lebih lanjut.

Perbedaan versi antara pihak DK dan istri membuat publik menunggu hasil penyelidikan yang lebih mendalam.

Peristiwa ini juga menjadi perhatian luas karena melibatkan figur akademisi, yang diharapkan dapat menjaga etika dan integritas, baik di lingkungan kampus maupun dalam kehidupan pribadi.(Disway/editor:jeffrysarafil)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *