Jakarta,IntiJayaNews.com – Sistem pengawasan terhadap keberadaan WNA di Indonesia masih memiliki celah serius dan perlu segera dibenahi.
Hal itu disampaikan anggota Komisi XIII DPR RI, Prana Putra Sohe yang mengapresiasi temuan sejumlah warga negara asing (WNA) bermasalah usai pelaksanaan Operasi Wira Waspada yang digelar Direktorat Jenderal Keimigrasian.
“Temuan WNA bermasalah ini menunjukkan bahwa pengawasan kita masih belum sistemik, belum terintegrasi, dan cenderung reaktif. Kita membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan,” ujar Prana di Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Menurut dia, masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang harus segera diatasi, mulai dari penyalahgunaan izin tinggal, lemahnya pemantauan setelah WNA masuk ke Indonesia, hingga koordinasi antarlembaga yang belum berjalan optimal.
Untuk memperkuat pengawasan, Prana mendorong dibangunnya kerja sama lintas sektor yang melibatkan banyak pihak, mulai dari imigrasi, kepolisian, pemerintah daerah, Kementerian Ketenagakerjaan, hingga aparat desa dan kelurahan.
Selain itu, ia meminta pemerintah segera menghadirkan sistem pengawasan terpadu berbasis digital yang mampu menghubungkan data antarlembaga secara langsung. Dengan sistem tersebut, proses deteksi dan penanganan pelanggaran diharapkan bisa dilakukan lebih cepat.
Prana juga menekankan pentingnya penerapan pemetaan risiko terhadap WNA sejak tahap awal pengajuan visa. Langkah itu mencakup pengetatan verifikasi sponsor, tujuan kedatangan, serta rekam jejak pemohon.
“Dan yang juga penting saya harap pemerintah melakukan profiling risiko terhadap WNA sejak tahap pengajuan visa, termasuk memperketat verifikasi sponsor dan tujuan kedatangan,” tegasnya.(Garudatv/editor: Jeffry Sarafil)





