Paris,IntiJayaNews.com – Langkah strategis Bank Sentral Prancis (BdF), menjual emas cadangan129 ton yang disimpan di Amerika Serikat, lalu menjual ke pasar bebas, hasilnya dibelikan emas yang telah memenuhi standar internasional terkini.
Dilaporkan media internasional Radio France Internationale (RFI) pada Sabtu (11/4/2026), BdF mencatatkan keuntungan mencapai 12,8 miliar euro atau setara sekitar Rp250 triliun.
“Mulai dari Juli 2025 hingga Januari 2026, BdF menjual emas tersebut melalui 26 transaksi,” demikian dikutip dari laporan RFI.
Strategi modernisasi cadangan emas sebenarnya telah dijalankan sejak dua dekade lalu. BdF secara bertahap mengganti emas lama yang tidak lagi memenuhi standar dengan emas batangan berstandar internasional sejak 2005.
Selain itu, Prancis juga telah lama melakukan repatriasi cadangan emasnya. Pada periode 1963 hingga 1966, sebagian besar emas yang sebelumnya disimpan di Federal Reserve dan Bank of England dipindahkan ke Paris.
Kini, seluruh cadangan emas Prancis yang mencapai sekitar 2.437 ton—menjadikannya terbesar keempat di dunia—telah tersimpan sepenuhnya di ibu kota negara tersebut, Paris.
Langkah ini dinilai memperkuat kontrol domestik atas aset strategis sekaligus meningkatkan fleksibilitas dalam pengelolaan cadangan devisa di tengah dinamika ekonomi global.(Garudatv/ Editor: Jeffry Sarafil)





