Jakarta,IntiJayaNews.com – Warganet ramai-ramai komentar soal isu pembelian Pertalite untuk motor akan dibatasi 4 liter per hari.Informasi tersebut berasal dari akun resmi Humas Pemerintah Provinsi Jawa Barat, @humas_jabar, yang diunggah, (1/4/26).
Dalam unggahan itu disebutkan pembelian Pertalite untuk motor dibatasi maksimal 4 liter per hari, serta wajib menggunakan QR Code MyPertamina.
Selain itu, mobil pribadi disebut hanya boleh membeli Pertalite hingga 20 liter per hari.
Sementara itu, kendaraan angkutan barang dibatasi pembelian solar sebanyak 60 liter per hari, dan kendaraan umum hingga 80 liter per hari.
Unggahan tersebut juga menyebutkan pembelian BBM bersubsidi, baik Pertalite maupun solar, tidak lagi bebas karena harus menggunakan sistem digital QR Code MyPertamina.
“Etssss wargi, ternyata sekarang nggak bisa sembarang beli pertalite dan solar, lhooo,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut.
Informasi ini pun menuai beragam reaksi dari warganet.
Beberapa di antaranya mempertanyakan apakah kebijakan tersebut juga berlaku bagi motor.
“Motor harus pakai QR juga?” tulis seorang pengguna.
“Sejak kapan motor beli pertalite pakai barcode?” tulis warganet lainnya.
Menanggapi kabar itu, pengelola akun IG Humas Pemprov Jabar kemudian memberikan klarifikasi bahwa motor tidak dikenakan pembatasan dan tidak perlu menggunakan QR Code MyPertamina.
Terkait kabar tersebut, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan informasi pembatasan pembelian Pertalite untuk motor tersebut kurang tepat.
Ia menyampaikan, hingga saat ini tidak ada pembatasan pembelian Pertalite untuk motor, dan pengendara motor juga tidak diwajibkan menggunakan QR Code MyPertamina.
“Dari Pertamina belum ada pelaksanaan kebijakan pembatasan seperti ini,” jelasnya, (7/4/26) .
Menurut Roberth, distribusi BBM masih berjalan normal secara nasional, termasuk di wilayah Jawa Barat.
SPBU Pertamina juga belum menerapkan pembatasan karena masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah.
Meski demikian, ia menjelaskan penggunaan QR Code memang sudah lama diberlakukan untuk kendaraan roda empat dalam pembelian BBM subsidi.
Ia juga menambahkan angka pembatasan yang beredar di masyarakat tidak sesuai dengan pernyataan pemerintah.
“Untuk pembelian BBM subsidi, memang menggunakan QR Code tapi hanya untuk mobil,” terang dia.
Penerapan penggunaan QR Code untuk mobil tersebut sudah diberlakukan sejak lama, sebelum adanya pembatasan energi.(gridoto/Editor: Jeffry Sarafil)





