Dahsyat…Arab Saudi Bikin Danau Raksasa di Kawasan Gurun

Danau Raksasa akan diciptakan Arab Saudi di kawasan Gurun/ foto: instagram mirza gamal

Riyadh,IntiJayaNews.com – Danau raksasa di gurun sedang digarap Arab Saudi melalui proyek NEOM, menjadi bagian tranformasi besar menghadapi masa depan tanpa ketergantungan minyak.

Danau raksasa ini akan dibangun di kawasan Trojena, wilayah pegunungan di barat laut Arab Saudi.

Dengan panjang mencapai sekitar 2,8 kilometer dan nilai investasi mencapai USD 4,7 miliar atau setara Rp80 triliun, proyek ini digadang-gadang sebagai salah satu inovasi terbesar di kawasan gurun.

Tak hanya menghadirkan sumber air, danau ini juga dirancang sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Dengan luas sekitar 1,5 kilometer persegi, kawasan ini akan dilengkapi berbagai fasilitas modern, termasuk pulau buatan yang memungkinkan aktivitas wisata seperti berjalan kaki, olahraga air, hingga menyelam.

Tiga Bendungan

Untuk merealisasikan danau raksasa di gurun, Arab Saudi mengandalkan tiga bendungan besar.

Bendungan utama memiliki tinggi sekitar 145 meter dan panjang 475 meter, dibangun dengan teknologi canggih untuk menampung air dalam jumlah besar di lingkungan ekstrem.

Tantangan utama proyek ini adalah minimnya sumber air dan tingginya tingkat penguapan di gurun.

Untuk mengatasi hal tersebut, proyek NEOM memanfaatkan teknologi desalinasi, yakni proses mengubah air laut menjadi air tawar dengan bantuan energi terbarukan.

Pembangunan danau raksasa di gurun ini merupakan bagian dari program Vision 2030.

Melalui visi ini, Arab Saudi berupaya mengembangkan sektor pariwisata, teknologi, dan ekonomi berkelanjutan.

Kawasan Trojena sendiri dirancang sebagai destinasi unik yang tidak hanya menghadirkan danau, tetapi juga olahraga musim dingin di tengah gurun.

Konsep ini menjadi daya tarik tersendiri yang membuat proyek NEOM semakin menarik perhatian global.

Jika proyek ini berhasil, danau raksasa di gurun Arab Saudi berpotensi menjadi ikon baru dunia sekaligus contoh inovasi pengelolaan air di wilayah kering.(Ftnews/Editor: Jeffry Sarafil)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *