Jakarta,IntiJayaNews.com – Sekitar 100 warga (15 luka-luka) korban gempa bumi di Kabupaten Flores Timur, NTT, dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, dalam keterangannya, Kamis, 9 April 2026.
Ia mengatakan jumlah tersebut merupakan laporan sementara hingga Kamis siang terkait dampak gempa di Desa Terong, Kecamatan Adonara Timur.
“Sebanyak lima orang warga mengalami luka berat dan 10 orang warga luka ringan. Sedangkan total populasi terdampak sebanyak 100 kepala keluarga,” ujarnya.
Diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bermagnitudo 4,7 terjadi pada Rabu (8/4) dini hari. Pusat gempa berada sekitar 21 kilometer tenggara Larantuka dengan kedalaman lima kilometer dan berada di darat.
Abdul memastikan tim personel gabungan, termasuk petugas reaksi cepat BPBD Flores Timur, telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Upaya yang dilakukan meliputi pendataan, pemantauan dampak gempa, pendirian tenda pengungsian, hingga penyaluran bantuan kepada warga terdampak.
Tim gabungan tersebut juga mendapat pendampingan BNPB agar penanganan bencana dapat berjalan cepat, tepat, dan akurat. BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang, segera menuju tempat terbuka jika gempa kembali terjadi.
Guncangan sebelumnya dirasakan cukup kuat selama dua hingga empat detik oleh warga di wilayah terdampak. BMKG juga mencatat hingga Kamis pukul 06.40 WITA terjadi 48 gempa susulan yang masih dirasakan warga di pesisir Pulau Adonara.(RRI/Editor: Jeffry Sarafil)





