Jakarta,IntiJayaNews.com – Sektor pariwisata kesehatan menjadi fokus Indonesia dengan memperkuat kerja sama dengan Asia Tenggara (ASEAN)-Japan Centre (AJC).
Tujuannya adalah menarik lebih banyak wisatawan Jepang, melalui pengalaman kesehatan holistik dan kemitraan regional yang strategis.
Hal tersebut dibahas Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana bertemu dengan Sekretaris Jenderal AJC Kunihiko Chris Hirabayashi di Tokyo.
“Pariwisata kesehatan merupakan arah strategis bagi Indonesia. Kami memandang AJC sebagai mitra vital untuk memperkuat promosi, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan di pasar Jepang,” kata Menpar Widiyanti Putri Wardhana dalam pernyataan resmi, Selasa (31/3/2026).
Jepang tetap menjadi pasar yang krusial bagi Indonesia, dengan mencatat lebih dari 380.000 kedatangan pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang menandakan meningkatnya permintaan terhadap destinasi wisata Indonesia.
Kedua belah pihak membahas revitalisasi Workshop Pariwisata Kesehatan di Bali. Forum ini berfungsi sebagai platform untuk pengembangan kapasitas dan pertukaran pengetahuan ahli di antara pemangku kepentingan pariwisata dari negara-negara ASEAN dan Jepang.
Selain pariwisata berfokus pada kesehatan, pertemuan bilateral ini juga menyinggung pariwisata berkelanjutan dan berbasis komunitas. Indonesia saat ini memprioritaskan pengembangan “desa wisata” untuk meningkatkan kesejahteraan lokal dan menyediakan pengalaman budaya otentik bagi pengunjung internasional.
Kerja sama ini juga menjajaki pengembangan sumber daya manusia, termasuk pertukaran praktik terbaik dan keahlian. Kedua belah pihak berkomitmen untuk meningkatkan pertukaran antarmasyarakat guna memperdalam hubungan antara Indonesia, Jepang, dan kawasan ASEAN yang lebih luas.
“Kemitraan ini bertujuan untuk memastikan komitmen jangka panjang bagi pertumbuhan pariwisata berkelanjutan,” pungkasnya. (AsiaWorldView)





