Pakar Universitas IPB Ungkap Matahari Tepat di Atas Pulau Jawa, Apa Dampaknya?

Jakarta,IntiJayaNews.com – Sonni Setiawan, SSi, MSi dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University menyebutkan, posisi matahari di bulan Oktober, berada tepat di atas Pulau Jawa membuat intensitas radiasi yang diterima permukaan meningkat. 

Ia menyebut posisi matahari pada periode tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kenaikan suhu permukaan di Pulau Jawa. 

Bacaan Lainnya

“Radiasi gelombang pendek dari matahari yang diterima permukaan dapat meningkatkan suhu permukaan, terutama ketika tutupan awan tidak cukup menghalangi radiasi tersebut,” ujar Sonni.

Kenaikan suhu terasa terutama di kawasan perkotaan seperti Jakarta yang didominasi bangunan dan jalan beraspal.

Sonni menjelaskan, perubahan tutupan lahan tersebut memengaruhi kemampuan permukaan dalam menyerap dan menyimpan panas.

“Dengan menurunnya kapasitas panas permukaan, pemanasan akibat radiasi matahari dapat menyebabkan kenaikan suhu permukaan yang lebih besar. Dampaknya, radiasi gelombang panjang yang dipancarkan kembali oleh permukaan juga meningkat,” jelasnya.

Keberadaan uap air dan polusi udara turut berkontribusi dalam penyerapan energi radiasi gelombang panjang dari permukaan bumi ke atmosfer. 

“Semakin banyak energi yang diserap gas dan partikel tertentu, semakin besar radiasi gelombang panjang dari bumi yang diserap sehingga potensi energi itu tertahan sebelum dilepaskan kembali. Proses ini berkaitan dengan efek rumah kaca yang dapat meningkatkan suhu udara di kawasan perkotaan,” ungkapnya. (Disway/Foto:istimewa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *