Jakarta,IntiJayaNews.com– Humas BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat menyebutkan, krisis air bersih akibat kemarau panjang, berdampak di 879 desa yang tersebar di 281 kecamatan.
“Pekan sebelumnya, 840 desa dan kelurahan di 276 kecamatan. Seluruh 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat sudah terdampak kekeringan dan mengalami krisis air bersih,” ungkap Humas BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat, Rabu, 21 Oktober 2026.
Dikatakan, tim gabungan telah mendistribusikan total 40,7 juta liter air bersih. Hadi merinci, total warga terdampak saat ini telah menembus angka 429.634 Kepala Keluarga (KK) atau mencapai 1,4 juta jiwa.
Bantuan tersebut kolaborasi, BPBD bersama sejumlah instansi, meliputi PMI, PDAM, Pemadam Kebakaran, Kepolisian (Polres), Kodim, BBWS, Baznas, Kementerian PU, Tagana, unsur pemerintah daerah, komunitas, hingga sektor dunia usaha.
Berikut adalah rincian tiga wilayah dengan jumlah warga terdampak krisis air terbesar di Jawa Barat:
Kabupaten Bogor: 121.855 KK (412.755 jiwa).
Kabupaten Purwakarta: 54.270 KK (173.442 jiwa).
Kabupaten Bekasi: 37.982 KK (112.250 jiwa).
Sementara itu, fokus alokasi pasokan air bersih terbesar disalurkan ke daerah-daerah berikut:
Kabupaten Bekasi: 15,8 juta liter.
Kabupaten Bogor: 7,6 juta liter.
Kabupaten Ciamis: 3,3 juta liter.
Kota Tasikmalaya: 2,5 juta liter.
(metrotvnews/Foto:istimewa)





