Kisah Febi Yona Korban Dugaan Keracunan MBG: Susah Bicara Hingga Gangguan Ingatan

Jakarta,IntiJayaNews.com – Dilansir dari BBC.com, menyebutkan kondisi korban dugaan keracunan makan bergizi gratis (MBG) Febi Yona Purba tak kunjung membaik.

Keluarga menyebut siswi SMK di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, itu mengalami kejang, susah bicara hingga gangguan ingatan.

Keluarga Febi Yona memilih menempuh jalur hukum setelah menilai belum ada kejelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Kuasa hukum korban, Aslia Rubianto, mengatakan laporan telah disampaikan ke Polres Tanah Karo pada 31 Agustus 2026.

Menurut Aslia, ada tiga pihak yang dilaporkan, yakni SPPG terkait, Badan Gizi Nasional (BGN), dan guru.

Selain menempuh jalur pidana, tim kuasa hukum juga menyiapkan gugatan perdata terkait kasus keracunan MBG tersebut.

“Siapa yang bertanggung jawab ketika terjadi keracunan ini? Itu sampai sekarang belum ada,” kata Aslia kepada KompasTV, Kamis (10/09).

“Itu makanya kita sebagai kuasa hukum daripada korban MBG melakukan upaya hukum pelaporan supaya jangan ada lagi korban lain,” imbuhnya.

Aslia juga menyoroti keterbukaan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.

Pindah Rumah Sakit

Elvinus Lusiana Sitanggang telah berkali-kali pindah rumah sakit untuk menemani anaknya, Febi Yona Purba, 16 tahun, berobat akibat dugaan keracunan MBG.

Febi Yona adalah satu dari 353 murid dugaan keracunan MBG, yang disalurkan SPPG Karo Berastagi Sempajaya, pada Kamis (13/08).

SPPG itu dikelola Yayasan Manunggal Kartika Jaya, milik Kodim 0205/Tanah Karo.

Setelah berobat dari Puskesmas Berastagi, RSUD Karo Kabanjahe, RS Efarina Berastagi, RSU Haji Medan hingga RSUP Adam Malik di Medan, kondisi Febi Yona malah disebut terus memburuk.

Elvinus yang berjualan di warung itu mengaku anaknya kini mengalami gangguan ingatan.

“Bisa sampai keringatan dia ingat nama kawan-kawannya. ‘Siapa-siapa saja enggak ingat aku’, katanya, akibat keracunan itu,” kata Elvinus, Selasa (08/09).

Febi Yona, yang berprestasi di sekolah dan menjadi wakil OSIS, juga disebut sempat tak mengenali beberapa anggota keluarga.

“Contohnya keluarga. Bibinya kalau datang, ‘Ini siapa?’. Kami kasih tahu lah, ‘Ini Bibi’. Adik-adiknya juga gitu [dia enggak ingat],” kata Elvinus.

Selain itu, sambungnya, Febi Yona kerap mengalami kejang dan sempat kesulitan berbicara.

“Lidahnya agak masuk ke dalam. Sampai ngomong pun dia agak sulit,” tambahnya.

Keluarga kembali membawa Febi Yona berobat ke RS Adam Malik, pada Senin (07/09).

Di sana, Febi Yona menjalani pemeriksaan oleh dokter spesialis gastro anak, dokter spesialis neurologi anak, dan dokter psikiatri.

Diagnosis Penyakit

Namun, ayah Febi Yona, Icu Mangihut Purba, mengaku heran dan khawatir. Pasalnya, sampai sekarang keluarga tak juga mengetahui diagnosis penyakit yang diderita anaknya.

Jadi diadakan uji coba tes di kepala kemarin. Kata dokter hasilnya baik-baik saja. Tapi kenapa anak saya kejang, hilang ingatan, dan susah bicara?” keluh Icu yang bekerja sebagai buruh harian lepas.

“Begitu banyak dokter yang menangani anak saya, tapi belum ada yang menyampaikan kesimpulan bahwa anak saya itu kena apa. Kemungkinan, katanya, kena bakteri jamur, sarafnya rusak. Tapi itu pun tak pasti,” tambahnya.

Rasa sedih juga diungkapkan Elvinus, terutama saat mendengar harapan Febi Yona.

“Waktu di rumah sakit dia bilang, ‘Aku sudah lelah sakit, mama. Aku mau cepat sembuh biar bisa sekolah, belajar dan ketemu teman-teman’. Sedih sekali dengarnya,” kata Elvinus.

Dia berharap agar bisa bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto untuk menceritakan kondisi yang dialami anaknya.

“Agar [Presiden Prabowo] melihat langsung keadaan anak saya ini. Jangan dipikir kami mengada-ada, ini keadaan anak kami,” ujarnya.(BBC com/editor: jeffrysarafil/foto:BBC.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *