SELAT HORMUZ Kembali Panas: Iran Mulai Ganas, 2 Kapal AS Disikat

Teheran,IntiJayaNews.com – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebutkan telah menyerang dua kapal Amerika Serikat (AS) dan 10 kapal lainnya yang mencoba melintasi zona terlarang di Selat Hormuz.

“Angkatan Laut IRGC yang heroik, sebagai tanggapan atas agresi dan permusuhan militer teroris AS dalam serangannya terhadap lima kapal tanker minyak Iran di Teluk Persia, menargetkan dua kapal AS dan delapan kapal tanker minyak di wilayah tersebut, serta menimbulkan kerusakan parah pada kapal-kapal itu,” bunyi pernyataan tersebut, dilansir Press TV.

Bacaan Lainnya

Pernyataan itu menambahkan bahwa 10 kapal lainnya juga menjadi sasaran setelah mencoba melintasi area terlarang dan tidak aman di Selat Hormuz, dengan adanya “provokasi dan dukungan” dari ASm

Selat Hormuz Tetap Dikendalikan

“Selat Hormuz tetap berada di bawah pengawasan dan kendali penuh Angkatan Laut IRGC yang tangguh dan cakap,” pungkas pernyataan tersebut.

Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa Angkatan Laut IRGC terus memegang kendali penuh atas Selat Hormuz dan menjaga kepercayaan rakyat Iran.

Menyerang Pangkalan Udara AS di Yordania

Sebelumnya pada malam itu, IRGC menyatakan bahwa Pasukan Kedirgantaraan mereka telah menghantam Pangkalan Udara al-Azraq milik AS di Yordania dengan rentetan rudal, yang mengakibatkan “kerusakan parah pada pasukan musuh.”

Menurut pernyataan tersebut, serangan itu melibatkan rudal balistik berbahan bakar padat maupun cair dan menyasar hanggar pemeliharaan dan perbaikan, fasilitas persiapan pesawat, serta tempat perlindungan bagi pesawat tempur F-35, F-16, dan F-15.

Perairan tersebut semakin menjadi arena utama dalam konflik AS melawan Iran, yang mendorong Teheran untuk memperketat kendali atas aktivitas maritim di dalam dan sekitar selat itu. Aksi militer terkini mencakup serangan AS terhadap kapal tanker minyak Iran serta serangan rudal Iran yang menyasar kekuatan angkatan laut AS.

Menyita Drone Bawah Air AS

Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Selasa, Angkatan Laut IRGC mengumumkan keberhasilan mereka mencegat dan menyita sebuah wahana bawah air nirawak (UUV) Amerika yang sangat canggih di pintu masuk Selat Hormuz yang strategis.

Wahana selam nirawak tersebut dilengkapi dengan sejumlah teknologi bawah air paling mutakhir di dunia dan diserahkan kepada militer AS—yang disebut dalam pernyataan itu sebagai militer teroris—pada tahun 2025.
Penyitaan wahana bawah air nirawak (UUV) ini merupakan peristiwa terbaru dalam rangkaian panjang sejarah pencegatan dan penyitaan teknologi militer Barat yang canggih oleh Iran.

Menjatuhkan Drone Siluman AS

Selama satu dekade terakhir, pasukan Iran telah berhasil menjatuhkan atau menyita berbagai aset bernilai tinggi milik AS, termasuk pesawat nirawak siluman RQ-170 Sentinel, pesawat nirawak MQ-9 Reaper, serta beragam glider bawah air dan kapal permukaan di Teluk Persia.

Rekayasa balik terhadap teknologi-teknologi yang disita tersebut secara historis telah berperan penting dalam mempercepat program pesawat nirawak dan wahana laut nirawak domestik Iran. (Sindo/editor: jeffrysarafil/foto:istimewa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *