Sherina Munaf Ikut Langsung Padamkan Karhutla dan Galang Donasi Buat Relawan

Jakarta,IntiJayaNews.com – Jakarta,IntiJayaNews.com – Artis Sherina Munaf terjun langsung ke lapangan di kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kalimantan l, ikut membantu proses pemadaman.

Seperti di titik karhutla yang ada di kawasan gedung perkuliahan Universitas Palangka Raya (UPR), Rabu (2/9/2026).

Bacaan Lainnya

‎Sherina berbaur bersama mahasiswa UPR di titik pemadaman, sekitar 200 meter dari Gedung Fakultas MIPA.

Dilansir Times Indonesia, ia mengatakan sudah berada di Palangka Raya sejak 31 Agustus dan selama tiga hari terakhir aktif turun ke lapangan.

‎”Ngerasain sendiri betapa lelahnya, betapa kadang merasa powerless-nya, karena memang dipadamkan, nyala lagi, dipadamkan, nyala lagi. Jadi effort bersama sangat dibutuhkan saat ini,” ujarnya.

‎Selain itu, ia juga menggalang donasi untuk mendukung petugas dan relawan yang berjibaku memadamkan api.

‎”Untuk saat ini aku fokuskan kepada pengumpulan donasi untuk membantu teman-teman pejuang lapangan yang luar biasa banget,” kata Sherina Munaf saat dijumpai di lokasi karhutla.

‎Sherina menyebut dampak karhutla tidak hanya mengenai manusia, tetapi juga satwa liar, termasuk orangutan yang habitatnya ikut terancam.

Bersama tim Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation, ia memantau sejumlah titik kebakaran sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli pada penanganan bencana ini.

‎Ia juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa yang turun langsung membantu pemadaman, dan mengajak mahasiswa dari fakultas lain untuk ikut ambil bagian.

‎”Aku sangat senang bersama para mahasiswa-mahasiswi dari Universitas Palangka Raya. Kita posisi lagi di belakang 200 meter dari gedung MIPA, dan semuanya turut di sini untuk ikut memadamkan api,” ucapnya.

‎Soal alasannya turun langsung ke lokasi, Sherina menyebut kekayaan hayati Kalimantan sebagai faktor utama. Ia menilai kawasan ini sebagai salah satu paru-paru dunia yang perlu dijaga bersama.

‎”Biodiversitas Kalimantan itu luar biasa, itu adalah paru-paru kita semua, ekosistem yang sangat perlu dijaga. Kita nggak ada apa-apanya kalau nggak ada ekosistem ini,” tuturnya.(Times Indonesia/editor: jeffrysarafil/foto:istimewa)

Seperti di titik karhutla yang ada di kawasan gedung perkuliahan Universitas Palangka Raya (UPR), Rabu (2/9/2026).

‎Sherina berbaur bersama mahasiswa UPR di titik pemadaman, sekitar 200 meter dari Gedung Fakultas MIPA.

Dilansir Times Indonesia, ia mengatakan sudah berada di Palangka Raya sejak 31 Agustus dan selama tiga hari terakhir aktif turun ke lapangan.

‎”Ngerasain sendiri betapa lelahnya, betapa kadang merasa powerless-nya, karena memang dipadamkan, nyala lagi, dipadamkan, nyala lagi. Jadi effort bersama sangat dibutuhkan saat ini,” ujarnya.

‎Selain itu, ia juga menggalang donasi untuk mendukung petugas dan relawan yang berjibaku memadamkan api.

‎”Untuk saat ini aku fokuskan kepada pengumpulan donasi untuk membantu teman-teman pejuang lapangan yang luar biasa banget,” kata Sherina Munaf saat dijumpai di lokasi karhutla.

‎Sherina menyebut dampak karhutla tidak hanya mengenai manusia, tetapi juga satwa liar, termasuk orangutan yang habitatnya ikut terancam.

Bersama tim Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation, ia memantau sejumlah titik kebakaran sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli pada penanganan bencana ini.

‎Ia juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa yang turun langsung membantu pemadaman, dan mengajak mahasiswa dari fakultas lain untuk ikut ambil bagian.

‎”Aku sangat senang bersama para mahasiswa-mahasiswi dari Universitas Palangka Raya. Kita posisi lagi di belakang 200 meter dari gedung MIPA, dan semuanya turut di sini untuk ikut memadamkan api,” ucapnya.

‎Soal alasannya turun langsung ke lokasi, Sherina menyebut kekayaan hayati Kalimantan sebagai faktor utama. Ia menilai kawasan ini sebagai salah satu paru-paru dunia yang perlu dijaga bersama.

‎”Biodiversitas Kalimantan itu luar biasa, itu adalah paru-paru kita semua, ekosistem yang sangat perlu dijaga. Kita nggak ada apa-apanya kalau nggak ada ekosistem ini,” tuturnya.(Times Indonesia/editor: jeffrysarafil/foto:istimewa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *