Jakarta,IntiJayaNews.com – Sepanjang bulan Mei hingga Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, melaporkan terjadi 317 kejadian kebakaran.
Pada bulan Mei terdapat 66 kebakaran, disusul Juni 64 kejadian, Juli 89 kejadian, dan Agustus 98 kejadian.
“(Penyebab kebakaran sebagian besar) korsleting listrik,” kata Marulitua Sijabat saat dikonfirmasi wartawan pada Selasa, 1 September 2026.
Untuk mencegah terjadinya kebakaran akibat korsleting listrik, masyarakat diminta menggunakan peralatan kelistrikan yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).
“Kami mengimbau kepada warga untuk menggunakan peralatan listrik yang standar SNI dan berkoordinasi dengan pihak PLN untuk melakukan pengawasan terhadap aliran listrik yang ada,” ujarnya.
Menurut Marulitua, upaya mitigasi kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat.
Pemerintah melalui Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta juga telah menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga.
Salah satunya dengan menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) setiap wilayah RW sebagai langkah awal untuk menangani kebakaran.(editor:jeffrysarafil/foto:ilustrasi/istimewa)





