WOLF MOON Hiasi Langit 3 – 4 Januari 2026, Bulan Lebih Dekat ke Bumi!

Salah satu fenomena langit yang patut diperhatikan adalah Wolf Moon atau Bulan Serigala yang terjadi pada 3 Januari 2026. (Foto: AI)

Jakarta,IntiJayaNews.com – Wolf Moon sebutan bulan purnama pertama dalam kalender Masehi dan kerap dianggap sebagai penanda dimulainya siklus astronomi di tahun yang baru.

Kemunculan Wolf Moon dapat disaksikan pada 3 hingga 4 Januari 2026. Waktu pengamatan berlangsung mulai Sabtu (03/01/2026) hingga Minggu (04/01/2025). Bulan purnama ini dapat disaksikan sejak waktu magrib sekitar pukul 17.50 WIB hingga menjelang matahari terbit sekitar pukul 05.18 WIB.

Bulan purnama Januari tidak hanya memiliki makna astronomi, tetapi juga nilai budaya dan spiritual di berbagai belahan dunia.

Penamaan ini terinspirasi dari gambaran serigala lapar yang melolong di tengah musim dingin pada Januari. Pada masa lalu, suara lolongan serigala kerap terdengar di sekitar permukiman manusia ketika persediaan makanan menipis akibat cuaca ekstrem. 

Dari situlah istilah Wolf Moon kemudian dikenal luas dan digunakan hingga kini. Selain Wolf Moon, bulan purnama Januari juga memiliki sejumlah sebutan lain di berbagai budaya. 

Sebagian masyarakat menyebutnya sebagai Quiet Moon, sementara komunitas adat Assiniboine di Kanada mengenalnya dengan nama Center Moon karena muncul di pertengahan musim dingin. Menurut Old Farmer’s Almanac, bulan purnama Januari juga disebut Severe Moon yang mencerminkan kerasnya kondisi alam pada periode tersebut.

Di kawasan Asia, khususnya Sri Lanka, bulan purnama Januari bertepatan dengan perayaan Duruthu Poya Day. Hari suci umat Buddha ini menandai kunjungan pertama Sang Buddha ke wilayah Sri Lanka sekaligus berdirinya kuil Buddha pertama di negara tersebut. 

Melansir laman Space, Wolf Moon pada Januari 2026 memiliki keistimewaan tersendiri karena bertepatan dengan fenomena supermoon. Bulan purnama kali ini berada pada jarak yang relatif lebih dekat ke bumi, sehingga tampak lebih besar dan lebih terang dari ukuran rata-rata. 

Jarak bumi ke matahari sekitar 147,1 juta kilometer, lebih dekat dibandingkan jarak rata-rata sekitar 149,6 juta kilometer pada periode ini. Secara visual, kecerahan Bulan dapat meningkat sekitar 6,5 persen dibandingkan saat aphelion, yakni ketika Bumi berada pada titik terjauh dari Matahari.(kompastv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *