New Delhi,IntiJayaNews.com – Akibat pencemaran amonia di Sungai Yamuna, jutaan warga ibu kota India, New Delhi, mengalami krisis air bersih selama berhari-hari.
Meski otoritas setempat menyebut pasokan sudah dipulihkan, sebagian warga mengatakan air yang mengalir masih berwarna keruh dan berbau menyengat.
Ravinder Kumar, warga Sharma Enclave di barat laut Delhi mengatakan, air bersih hanya mengalir sekali setiap tiga hari dan itu pun hanya sekitar satu jam.
“Sulit untuk mandi. Kadang airnya berwarna hitam. Kami hanya bisa mandi setiap empat atau lima hari sekali,” ujar ayah tiga anak berusia 55 tahun itu mengutip CNN, Senin (2/2/2026).
Krisis ini dipicu tingginya pencemaran amonia dari limbah industri di Sungai Yamuna, yang selama ini menjadi tulang punggung pasokan air Delhi. Sungai yang dianggap suci dan disembah jutaan orang itu menyumbang sekitar 40% kebutuhan air ibu kota. Namun, polusi berat membuat air sungai tak lagi bisa diolah secara aman.
Dewan Air Delhi mencatat sedikitnya 43 kawasan, yang dihuni sekitar dua juta penduduk, terdampak gangguan pasokan air. CNN menghubungi perwakilan warga di kawasan-kawasan tersebut dan menemukan setidaknya 10 wilayah, dengan total lebih dari 600.000 penduduk, tidak menerima air sama sekali selama beberapa hari.
Meski pasokan disebut kembali normal pada 24 Januari, warga di sejumlah lingkungan mengaku kondisi belum membaik. Air yang disimpan berwarna kuning dan berbau seperti telur busuk.
“Kesehatan semua orang menurun. Semuanya kotor,” kata Shashi Bala, warga Sharma Enclave.(CNBC Indonesia)





