Jakarta,IntiJayaNews.com – Harga Coklat berbentuk Telur Paskah, dikeluhkan umat Kristen di negara-negara Barat, disebabkan harga kakao bahan utama cokelat sangat fluktuatif dalam beberapa tahun terakhir.
Cuaca buruk, dan pohon-pohon tua yang belum diganti memengaruhi produksi kakao di Pantai Gading dan Ghana, menyumbang sekitar 60% dari produksi dunia.
Dikutip dari Ftance 24, kekurangan pasokan tersebut mendorong pasar kakao global ke defisit terbesar dalam lebih dari 60 tahun, sehingga harga kakao melonjak ke rekor tertinggi.
Produsen cokelat mengurangi penggunaan kakao dengan menggantinya dengan lebih banyak susu dan gula, itulah sebabnya telur Paskah tahun lalu berwarna lebih terang.
Dampak harga kakao yang lebih tinggi terhadap telur Paskah sangat jelas. Pada 2025, harga eceran telur Paskah melonjak, dan hal ini terutama terasa akibat efek tertunda dari biaya bahan baku yang merembes ke harga.
Kali ini, ini adalah hambatan yang memengaruhi sektor pertanian secara keseluruhan, dan harga telur Paskah di ritel kemungkinan akan naik lagi tahun depan.
Konflik di Iran telah menyebabkan sekitar sepertiga pasokan pupuk global tertahan di belakang Selat Hormuz. Pembatasan pasokan gas, yang merupakan bahan baku utama produksi pupuk, dari wilayah tersebut juga telah menyebabkan produksi pupuk di tempat lain terganggu, mengakibatkan lonjakan harga pupuk.(AsiaWorldView)




