Jakarta,IntiJayaNews.com – Perusahaan air minum dalam kemasan (MDK) hanya menumpuk keuntungan, tanggungjawab sosial perusahaan (CSR) belum terlaksana secara konsisten
“”Masih banyak perusahaan AMDK yang belum menunjukkan konsistensi melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Tidak ada kalau rakyat di sekitar sumber mengalami kekeringan. Sedangkan perusahaan AMDK menumpuk keuntungan,” tegas anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini.
Dikatakan, air termasuk sumber daya publik dan bukan kategori komoditas eksklusif korporasi.
CSR yang dilakukan perusahaan sering kali hanya bersifat seremonial dan tidak menjadi solusi jangka panjang. “CSR mereka sering hanya bersifat seremonial. Tidak bersifat solusi jangka panjang yang berkeadilan sosial dan ekologis,” tuturnya seperti dikutip Antara melalui GenPi.
Lebih lanjut politikus PDIP ini mengimbau, perlunya audit lingkungan sekaligus evaluasi izin pengambilan air tanah, untuk memastikan perusahaan AMDK tak melampaui batas kapasitas.
“Air merupakan hak rakyat, dan bukan monopoli korporasi. Kita ingin industri tumbuh sekaligus menghormati bumi serta manusia,” ucapnya.(*)





