Turis Kok Belanja Sembako? Komisi VII DPR Curigai Warga Singapura dan Malaysia ke Batam

Ilustrasi/ Foto: Facebook

Jakarta,IntiJayaNews.com – Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyebut pihaknya menerima banyak laporan bahwa wisatawan dari Singapura dan Malaysia hanya singgah sebentar di Batam.

“Mereka datang pagi, belanja, lalu pulang sore. Paling lama hanya satu malam. Ini perlu kita bahas serius,” ujarnya di Batam.

Bacaan Lainnya

Menurut Saleh, fenomena tersebut memang menggerakkan uang di Batam, terutama karena selisih nilai tukar rupiah dengan dolar Singapura yang menguntungkan wisatawan.

Namun, dampaknya dinilai belum merata dan cenderung hanya dinikmati kelompok tertentu.

Komisi VII DPR RI menilai pola kunjungan singkat ini belum mampu menggerakkan sektor pariwisata secara optimal, terutama bagi pelaku UMKM dan masyarakat kecil.

Anggota Komisi VII DPR RI Bane Raja Manulu menyoroti data belanja wisatawan mancanegara di Kepulauan Riau. Rata-rata pengeluaran wisman tercatat 226 dolar AS per kunjungan, atau sekitar Rp4,8 juta.

“Kalau pengeluarannya segitu, itu bisa jadi cuma beli beras, minyak, dan kebutuhan pokok. Ini patut dipertanyakan, apakah mereka benar-benar wisatawan atau hanya penyeberang harian,” ujar Bane.

Ia menambahkan, dengan UMK Batam sekitar Rp5,6 juta, wajar jika warga Singapura memanfaatkan perbedaan daya beli untuk berbelanja di Batam.

Bane menegaskan, wisatawan dengan belanja di bawah 300 dolar AS dan lama tinggal kurang dari dua hari lebih tepat disebut penyeberang harian, bukan turis.(finnews)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *