Tips Chef Gun: Hemat LPG dan BBM Saat Memasak

Chef Gun/Foto: wanita indonesia

Jakarta,IntiJayaNews.com – Technical Chef produsen tepung beras, Igun Gunawan atau yang akrab disapa Chef Gun, memberikan caranya, kontribusi penghematan energi bisa dimulai dari dapur rumah tangga tanpa harus menunggu kebijakan besar.

Dikutip dari Antaranews, Chef Gun menyoroti pola memasak masyarakat yang masih kurang efisien. Salah satu kebiasaan yang sering terjadi adalah menyalakan kompor sebelum semua bahan siap.

“Tanpa sadar, kita sering buang gas hanya karena tidak siap. Kompor sudah menyala, tapi masih sibuk potong bahan. Ini terlihat sepele, tapi kalau terjadi setiap hari, dampaknya besar,” jelasnya, Minggu (29/3/2026) lalu.

Menurutnya, disiplin dalam persiapan memasak menjadi langkah sederhana namun berdampak besar dalam menekan konsumsi LPG.

Tak hanya soal kebiasaan, teknik memasak juga menentukan efisiensi energi. Chef Gun menyebut, perlakuan awal terhadap bahan makanan bisa mempercepat proses memasak.

“Teknik sederhana seperti merendam bahan itu sebenarnya sudah lama dikenal, tapi sering diabaikan. Padahal ini cara paling mudah untuk mempercepat masak tanpa harus menambah waktu pemanasan,” ujarnya.

Langkah kecil ini dinilai mampu mengurangi durasi penggunaan kompor secara signifikan.

Selain teknik, faktor teknis seperti kondisi kompor juga berpengaruh besar. Chef Gun mengingatkan bahwa kompor yang kotor dapat menyebabkan pembakaran tidak sempurna.

Sisa minyak, air, atau kuah yang menumpuk di burner bisa menghambat aliran gas. Akibatnya, konsumsi LPG menjadi lebih boros tanpa disadari.

“Api yang bagus itu biru. Kalau sudah kuning, berarti ada yang tidak beres. Itu tandanya gas tidak terbakar optimal, dan kita sebenarnya sedang membuang energi,” ujarnya.

Chef Gun juga meluruskan anggapan umum bahwa api besar mempercepat proses memasak. Menurutnya, hal tersebut justru keliru.

“Ini mindset yang harus diluruskan. Api besar justru sering membuat panas tidak merata dan terbuang. Api sedang itu lebih stabil, lebih efisien, dan hasil masakan juga lebih baik,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa efisiensi energi di sektor rumah tangga bisa memberi dampak besar jika dilakukan secara kolektif oleh masyarakat luas.

“Kalau kita bicara ketahanan energi, jangan selalu melihat ke hulu. Hilirnya, yaitu rumah tangga, juga harus diperkuat. Edukasi seperti ini harus terus digaungkan,” tambahnya.

Kita mungkin tidak bisa mengendalikan konflik dunia, tapi kita bisa mengendalikan cara kita menggunakan energi di rumah. Dari situ kontribusi besar bisa dimulai,” ujarnya.(Antaranews)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *