Jakarta,IntiJayaNews.com – Sidang mediasi antara penyanyi Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan dan Ressa Rizky Rossano digelar hari ini Kamis (15/1/2026), dilanjutkan 22 Januari 2026.
Denada selaku tergugat absen dalam agenda siding mediasi kedua gugatan melawan hukum di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, Jawa Timur.
Denada sebelumnya dijadwalkan hadir sebagai tergugat terkait dugaan penelantaran anak. Hal itu dikonfirmasi oleh kuasa hukum sang penyanyi, Muhammad Iqbal. Ia mengatakan kalua kliennya tengah sibuk, mengingat profesinya sebagai entertainer. “Denada tidak hadir karena bekerja, domisili juga di Jakarta,” katanya.
Mengacu pada Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 1 Tahunta 2016 menjelaskan, jika yang wajib hadir dalam mediasi tersebut adalah penggugat dalam hal ini Ressa Rizky Rossano. Sementara Denada dalam hal ini sebagai tergugat, sehingga tidak wajib hadir dalam mediasi.
“Hari ini kami sudah melaksanakan mediasi kedua tapi belum terlaksana dengan baik, karena prisipal tidak dapat hadir karena masih sibuk dengan kegiatan syuting,” ungkap kuasa hukum Ressa Rizky, Ronald Armada. Padahal Ronald berharap keduanya dapat hadir dalam siding mediasi yang digelar di PN Banyuwangi.
Dengan gagalnya mediasi antara Denada dan Ressa, pria asal Banyuwangi yang mengaku sebagai anak yang telah ditelantarkan, maka agenda mediasi akan kembali dijadwalkan pada 22 Januari 2026.
Kuasa hukum Denada, Mohammad Ikbal, menegaskan bahwa seluruh tudingan penelantaran anak tidaklah benar.
Menurutnya, Denada selama ini telah memberikan bantuan kepada keluarganya di Banyuwangi, baik berupa materi maupun transfer rutin, bahkan termasuk pemberian mobil. Namun, Ikbal menekankan bahwa bukti-bukti pendukung akan diungkap secara rinci di persidangan.
Sementara itu, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, menjelaskan alasan di balik pengajuan gugatan. Ia menyebut bahwa Ressa baru menyadari hubungan darahnya dengan Denada setelah neneknya, Emilia Contessa, meninggal. Selama ini, pengasuhan Ressa dijalankan oleh paman dan tantenya.
Ketika melihat perjalanan hidup Denada yang sempat diperbincangkan di media, Ressa merasa kecewa karena tidak menerima perhatian yang sama. Ronald menegaskan bahwa sejak kecil, Ressa tidak pernah memperoleh perhatian dari Denada, bahkan sekadar ditanya kabarnya.
Ia menyebut bahwa hal-hal sederhana seperti membeli pampers, memberikan alat tulis, atau menanyakan kondisi kesehatan anak pun tidak pernah dilakukan.
“Ucapan terima kasih saja selama 24 tahun tidak pernah ada. Bahkan tanya ke pengasuhnya, tidak pernah terjadi,” terang Ronald, sebagaimana dikutip dari YouTube Cumicumi.
“Bahasa agak ekstrem, membelikan pampers satu aja tidak pernah, membelikan bolpoin untuk menulis saja tidak pernah. Tanya anaknya sehat atau tidak itu juga tidak pernah,” lanjutnya.
Di sisi lain, Ikbal kembali menegaskan bahwa Denada selama ini memiliki hubungan baik dengan keluarga di Banyuwangi. Ia membantah keras tudingan yang menyebut Denada tidak peduli dengan Ressa.
Bahkan, Denada disebut membiayai seluruh keluarga, bukan hanya Ressa, dan merasa terkejut dengan munculnya tudingan penelantaran setelah ibunya meninggal.
“Di sini saya tegaskan, semua yang dituduhkan itu tidak benar. Bukti-bukti semua ada, tinggal kami tunjukkan ke hakim. Untuk detailnya, tunggu persidangan,” ujar Ikbal, dikutip dari YouTube Intens Investigasi. (tvOnenews)





