Teheran,IntiJayaNews.com – Satelit China mengungkap kecepatan kehadiran militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah, kapal induk USS Abraham Lincoln sudah siaga di wilayah yang berada dalam jarak serang Iran.
Namun, Iran tak gentar. Penasihat politik senior sekaligus perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Ali Shamkhani, menegaskan: “Setiap aksi militer Amerika, dari sumber mana pun dan pada level apa pun, akan dianggap sebagai awal perang.”
Satelit China yang diperoleh Global Times menunjukkan bahwa pasukan AS secara nyata meningkatkan aktivitas militernya di pangkalan-pangkalan yang mengelilingi Iran dalam beberapa pekan terakhir, dengan pengerahan yang mencakup kapabilitas ofensif dan defensif.
Citra satelit dari perusahaan penginderaan jauh China; MizarVision, menunjukkan bahwa pengerahan kekuatan AS di pangkalan-pangkalan garis depan dilakukan dengan cepat.
Di Al Udeid Air Base Qatar—pangkalan militer terbesar AS di Timur Tengah—, citra satelit pada 16 Januari hanya memperlihatkan sejumlah kecil pesawat tanker KC-135 dan pesawat angkut C-17. Hal serupa terlihat di Prince Sultan Air Base, Arab Saudi, pada 17 Januari, di mana hanya terdeteksi beberapa KC-135, C-17, serta pesawat tempur F-15 dan F-16.
Untuk kekuatan laut, citra satelit 12 Januari menunjukkan bahwa di Naval Support Activity Bahrain, AS hanya mengerahkan tiga kapal tempur pesisir dan dua kapal perusak kelas Arleigh Burke.
Pada saat itu, kapal induk USS Abraham Lincoln masih beroperasi di Laut China Selatan. Situasi mulai berubah dalam sepekan terakhir. Citra satelit terbaru dari MizarVision menunjukkan bahwa pada 25 Januari, jumlah pesawat tanker KC-135 di Al Udeid meningkat signifikan.
Selain itu, terdeteksi pemasangan peralatan baru di sekitar pangkalan tersebut yang oleh analis teknis diduga kuat sebagai sistem pertahanan udara Patriot. Peningkatan serupa juga terlihat di Ali Al Salem Air Base, Kuwait. Berdasarkan analisis MizarVision, pangkalan ini diduga telah menerima sistem pertahanan udara Patriot.
Sementara itu, citra satelit 21 Januari menunjukkan pengerahan besar pesawat tempur F-15E di Muwaffaq Salti Air Base, Yordania. Belum Cukup untuk Operasi Skala Besar Meski pengerahan militer AS terus meningkat, sejumlah pengamat militer AS menilai kekuatan saat ini masih belum memadai untuk melancarkan operasi besar terhadap Iran.
Media pertahanan The War Zone dalam laporan 28 Januari menyebut belum adanya lonjakan besar pesawat tempur taktis Angkatan Udara AS di Timur Tengah. (Sindo)





