Washington,IntiJayaNews.com – Lebih dari 160.000 pelanggan listrik kehilangan pasokan dan memaksa ribuan penerbangan dibatalkan, akibat cuaca ekstrem ini diperkirakan masih akan berlanjut hingga awal pekan depan dan berpotensi melumpuhkan wilayah timur Amerika Serikat (AS).
Sedikitnya 4.000 penerbangan yang dijadwalkan pada Sabtu (24/1/2026) waktu setempat dibatalkan, sementara lebih dari 9.400 penerbangan untuk Minggu turut terdampak, menurut situs pelacakan penerbangan FlightAware. Maskapai-maskapai besar AS pun mengimbau penumpang untuk bersiap menghadapi pembatalan mendadak.
Badai ini membawa kombinasi salju lebat, hujan es, hujan beku, serta suhu ekstrem yang diperkirakan menyapu sekitar dua pertiga wilayah timur AS. Layanan Cuaca Nasional AS memperingatkan potensi akumulasi es yang tebal di kawasan tenggara, dengan dampak yang dapat melumpuhkan aktivitas hingga menimbulkan bencana lokal.
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mencatat sebanyak 17 negara bagian dan Distrik Columbia telah menetapkan status darurat cuaca. Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem mengatakan puluhan ribu warga di wilayah selatan terdampak pemadaman listrik.
“Memang ada puluhan ribu orang di negara bagian terdampak di Selatan yang kehilangan aliran listrik. Kami memiliki tim dari perusahaan utilitas yang bekerja untuk memulihkan aliran listrik secepat mungkin,” ujar Noem dalam konferensi pers, Sabtu. (CNBC Indonesia)





